Perguruan Tinggi Bersinergi Pulihkan Sumatra Barat Usai Bencana
- 09 Des 2025 15:01 WIB
- Pusat Pemberitaan
KBRN, Jakarta: Kementerian Pendidikan Tinggi, Riset, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) bersama perguruan tinggi begerak cepat merespons bencana besar yang melanda Sumatra Barat pada akhir November tahun itu. Kolaborasi akademik dimanfaatkan untuk memperkuat penyelamatan awal serta mendukung ketahanan masyarakat melalui berbagai bentuk aksi kemanusiaan yang nyata.
Aksi kolektif perguruan tinggi menunjukkan pentingnya kontribusi nyata bagi masyarakat terutama dalam situasi darurat kemanusiaan yang terjadi sekarang. Kemdiktisaintek memastikan, sinergi akademik diperlukan untuk memastikan percepatan penanganan bencana berlangsung efektif sesuai kebutuhan lapangan pada setiap wilayah.
Wamendiktisaintek Stella Christie menekankan, pentingnya pemetaan kebutuhan secara presisi. “Tahap darurat selalu membutuhkan informasi yang cepat dan akurat," kata Stella.
"Kami ingin memastikan setiap bantuan yang turun sangat menjawab kebutuhan warga. Sehingga bukan sekadar mengirim barang,” ujarnya.
Untuk itu, koordinasi diarahkan pada pemenuhan kebutuhan mendesak. Prioritas difokuskan pada bayi, anak, dan perempuan.
Ia mengatakan, keamanan pangan tidak bisa ditawar. “Susu UHT lebih aman karena tidak butuh air bersih,” ucap Stella.
Universitas Andalas segera bergerak menuju Palembayan, Agam melakukan observasi cepat memetakan kebutuhan mendesak masyarakat pada titik terdampak bencana. Temuan awal mencakup kebutuhan layanan kesehatan berkelanjutan logistik medis serta tambahan tenaga terlatih untuk mendukung operasi penyelamatan penting.
Universitas Andalas (Unad) mengerahkan tim medis lengkap termasuk berbagai dokter spesialis dan tenaga pendukung guna memperkuat layanan kesehatan di lapangan. Keberangkatan berikutnya membawa logistik medis tambahan apoteker dan tenaga kesehatan masyarakat bekerja dari rumah ke rumah.
Posko Tanggap Bencana Unand menjadi pusat koordinasi kampus relawan dan perguruan tinggi sekitar memastikan alur bantuan terarah selalu. Sebanyak 497 mahasiswa diterjunkan melalui KKN Kebencanaan membantu percepatan pemulihan bersama masyarakat lokal.
Universitas Negeri Padang (UNP) mengaktifkan posko peduli bencana sebagai pusat distribusi bantuan menuju berbagai wilayah terdampak di Sumatra Barat. Relawan lintas fakultas membersihkan rumah warga, memulihkan fasilitas umum, menyediakan konseling trauma, serta layanan kesehatan bagi masyarakat terdampak.
Politeknik Negeri Padang (PNP) menurunkan operator alat berat dan teknisi terlatih membantu percepatan pemulihan infrastruktur pada titik kritis bencana. Mini ekskavator kampus digunakan membersihkan material tebal untuk memulihkan aliran air secara optimal.
Institut Seni Indonesia (ISI) Padang Panjang memetakan kebutuhan pengungsi mencakup perlengkapan bayi, makanan anak, alat ibadah, serta kebutuhan sanitasi. Tim kampus menyalurkan logistik dari rumah ke rumah sekaligus menyiapkan layanan psikososial berbasis seni.
Universitas Muhammadiyah Sumatra Barat menggerakkan relawan membersihkan lingkungan membuka akses dan memberikan layanan kesehatan gratis bagi warga terdampak bencana. Tiga nagari prioritas yaitu Pagadih Sungai Landia dan Malalak Timur menjadi pusat utama misi kemanusiaan.
UPI YPTK menyalurkan bantuan berupa sembako, air bersih, peralatan kebersihan, serta kebutuhan bayi ke titik terdampak. Kolaborasi kampus dengan influencer menyediakan excavator dump truck serta tenaga psikolog mempercepat pembersihan dan pemulihan mental masyarakat.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....