Marsinah Menjadi Nama Ruangan di Kementerian HAM

  • 10 Nov 2025 22:21 WIB
  •  Pusat Pemberitaan

KBRN, Jakarta: Pahlawan Nasional Marsinah menjadi nama salah satu ruangan di Kementerian Hak Asasi Manusia (HAM) sejak Senin (10/11/2025). Ruangan ini terletak di lantai 1 Gedung Kementerian HAM di Jakarta yang kini telah bernama Gedung KH Abdurhaman Wahid.

Penetapan nama ruangan ini dilakukan Menteri HAM Natalius Pigai setelah “Marsinah” ditetapkan sebagai pahlawan nasional oleh Presiden Prabowo Subianto. “Penamaan ruangan ini bentuk pengakuan terhadap keberanian dan keteguhan Marsinah memperjuangkan hak-hak buruh,” kata Pigai dalam keterangannya,Senin (10/11/2025 .

Pigai menjelaskan bahwa Marsinah dikenal luas sebagai aktivis buruh yang dibunuh pada 1993 usai memperjuangkan hak-hak para pekerja. Kasus tersebut menurut Pigai, kasus tersebut hingga saat ini belum sepenuhnya selesai.

“Ini menjadi simbol penting pelanggaran HAM di Indonesia. Khususnya, terkait hak atas keadilan, larangan penyiksaan dan perlindungan terhadap pembela HAM,” ucap Pigai.

Lebih lanjut, Pigai menegaskan bahwa jejak perjuangan seorang Marsinah harus terus diingat sebagai pelajaran bagi bangsa Indonesia. Pelajaran yang dimaksud untuk memperkuat perlindungan bagi para pekerja dan aktivis yang membela kebenaran.

“Ruang Marsinah ini, akan digunakan sebagai pusat pelayanan publik dibidang HAM bagi masyarakat. Saya berharap kehadiran "Ruangan Marsinah" dapat mengingatkan kita akan tugas moral untuk membela yang lemah,” ujar Pigai menegaskan.

Sebelumnya, Marsinah adalah salah satu tokoh yang dianguerahi gelar Pahlawan Nasional oleh Presiden Prabowo Subianto, Senin (10/11/2025). Marsinah adalah sosok pekerja perempuan yang menjadi simbol perjuangan buruh dan keberanian kaum marjinal dalam menegakkan keadilan.

Kakak kandung Marsinah yang bernama Marsini merasa bersyukur dan mengapresiasi seluruh pihak yang telah berjuang mengusulkan gelar pahlawan bagi adiknya. Dia juga tak lupa mengucapkan terima kasih kepada Presiden Prabowo yang telah menganugerahi gelar Pahlawan Nasional untuk Marsinah.

"Saya mengucapkan terima kasih sebesar-besarnya kepada Bapak Presiden Prabowo atas anugerah yang diberikan kepada adik saya," ujarnya, Senin (10/11/2025). Marsini menyampaikan pula penghargaan kepada semua pihak yang selama ini setia menjaga semangat perjuangan Marsinah.

Marsinah (10 April 1969-8 Mei 1993) adalah aktvis buruh sebuah pabrik di Jawa Timur. Ia menjadi negosiator untuk memperjuangkan hak upah sekitar 500 buruh.

Marsinah kemudian diculik setelah unjuk rasa tahun Mei 1993. Jenasah Marsinah kemudian ditemukan empat hari kemudian dalam keadaan mengenaskan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....