Literasi Rendah Picu Penyebaran Hoaks dan Manipulasi Informasi

  • 10 Nov 2025 05:23 WIB
  •  Pusat Pemberitaan

KBRN, Mataram: Staf Khusus Menteri Agama Ismail Cawidu mengungkapkan, rendahnya tingkat literasi digital masyarakat Indonesia berpotensi memicu penyebaran hoaks, ujaran kebencian, dan manipulasi informasi di ruang digital. Hal tersebut disampaikannya dalam Media Gathering Publikasi Media “Transformasi Layanan Menuju SDM Hindu yang Unggul”, di Mataram, Nusa Tenggara Barat (NTB), Minggu (9/11/2025).

“Kalau ditanya bagaimana kebijakan komunikasi di Indonesia, saya menyebutnya open sky policy. Langit Indonesia ini dibuka sehingga seluruh informasi masuk, artinya kebebasan dijunjung tinggi, tetapi tantangannya sangat besar bagi masyarakat," ujarnya.

Menurut Ismail, karakter ruang digital Indonesia yang sangat bebas tidak diimbangi dengan kecakapan digital yang memadai. Saat ini tingkat literasi digital di Indonesia berada pada indeks 3,5 dari angka 5.

“Masih banyak ujaran kebencian dan caci-maki di ruang digital kita. Itulah indikator bahwa masyarakat belum memiliki kecakapan memadai dalam menyaring informasi," ucapnya.

Ismail Cawidu juga mencontohkan maraknya praktik manipulasi konten yang mengedit potongan video tokoh publik menggunakan kecerdasan buatan. Sehingga, pesan aslinya berubah dan memicu kemarahan publik.

“Sekarang banyak video-video yang diklipper, dipotong lalu disambungkan, bahkan diberikan suara dengan AI,” ujarnya.

Menurut Ismail, masyarakat perlu diajarkan cara memeriksa informasi, melakukan tabayyun, dan tidak langsung mempercayai konten viral. Ia mengajak media untuk menjadi garda terdepan dalam memberikan informasi jernih dan edukatif, agar ruang digital tidak dikuasai konten negatif.

“Tugas kita semua adalah meningkatkan literasi media bagi masyarakat. Peran media sangat penting untuk menjelaskan, meluruskan, dan mengedukasi, agar masyarakat tidak mudah terjebak ketidakpintaran digital,” ujarnya menandaskan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....