Menbud Fadli: Museum Pusat Pengetahuan Budaya Bangsa
- 12 Okt 2025 20:57 WIB
- Pusat Pemberitaan
KBRN, Jakarta: Menteri Kebudayaan (Menbud), Fadli Zon mengatakan bahwa museum merupakan rumah pengetahuan, edukasi, serta ingatan kolektif bangsa. Menurutnya, museum tidak hanya berfungsi sebagai ruang penyimpanan tapi juga tempat belajar hingga ruang dialog lintas generasi.
Hal itu diungkapkannya pada Deklarasi Hari Museum Indonesia (Harmusindo) 2025, di Gedung Plaza Insan Berprestasi, Kemendikdasmen, Jakarta Selatan. Acara ini wujud komitmen pemerintah memperkuat peran museum sebagai pusat pembelajaran publik yang inklusif, berkelanjutan, dan inovatif.
Dalam deklarasinya, ia menyampaikan bahwa museum juga menjadi jendela yang membuka wawasan tentang peradaban bangsa. "Museum bukan sekedar tempat penyimpanan, tapi juga menjadi tempat belajar dan ruang dialog lintas generasi," katanya saat menghadiri Deklarasi Peringatan Hari Museum Indonesia, Plasa Insan Berprestasi, Gedung Kemendikdasmen, Jakarta Selatan, Minggu malam (12/10/2025).
Ia menjelaskan, museum di Indonesia telah ada sejak 1778 dengan berdirinya Bataviaasch Genootschap van Kunsten en Wetenschappen. Yang kini menjadi Museum Nasional Indonesia dengan menyimpan puluhan koleksi budaya dan ilmu pengetahuan nasional.
Sejak kehadiran museum tersebut, pemerintah kolonial Belanda kemudian membangun sejumlah museum lainnya. Diantaranya, Museum Radya Pustaka, Museum Zoologi Bogor, Museum Proklamasi, dan Museum Sonobudoyo.
Tidak hanya itu, Hari Museum Indonesia juga menjadi pengingat akan hadirnya Musyawarah Museum Seluruh Indonesia ke-1 pada tahun 1962. Momentum bersejarah ini akhirnya disepakati sebagai Hari Museum Indonesia dalam Pertemuan Nasional Museum tahun 2015 di Malang.
"Pertemuan Nasional Museum pada tahun 2015 dihadiri oleh 250 pengelola museum. Dari hasil musyawarah tersebut akhirnya disepakatilah tanggal 12 Oktober sebagai Hari Museum Indonesia," ucap Menbud Fadli.
Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa museum sebagai etalase budaya yang menjadi garda terdepan dalam merawat berbagai artefak dan ekofak. Kedua benda bersejarah tersebut menjadi bukti kuat kisah perjuangan kebudayaan dan kehidupan bangsa Indonesia di masa lalu.
Sementara itu, Direktur Jenderal Pelindungan Kebudayaan dan Tradisi, Restu Gunawan mengatakan bahwa museum sebagai lembaga pelestarian budaya. Baginya, museum tidak hanya menjaga warisan masa lalu, tetapi juga bertransformasi menjadi institusi yang adaptif, inklusif, dan berkelanjutan.
"Museum hadir sebagai lembaga kebudayaan tidak hanya menjadi koleksi dan wajah budaya dimasa lalu. Tapi juga menjadi lembaga pelestarian budaya yang bertanggung jawab terhadap lingkungan dan masyarakat," ujarnya.
Melalui tema 'Museum Berkelanjutan, Budaya Bermartabat', museum hadir ditengah masyarakat untuk menguatkan nilai-nilai budaya. Hal itu dibuktikan dengan mencakup konservasi koleksi, edukasi aktif, keterlibatan komunitas, dan inovasi dalam penataan koleksi.
Ia berharap, masyarakat tidak hanya memahami budaya sebagai warisan masa lalu. Tetapi juga menghidupkannya sebagai nilai yang dekat dengan kehidupan sehari-hari.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....