Keresahan Rakyat Jadi Fokus Presiden Dalam Pemberantasan Kemiskinan
- 31 Agt 2025 23:23 WIB
- Pusat Pemberitaan
KBRN, Jakarta : Kepala Badan Percepatan Pengentasan Kemiskinan (BP Taskin) Budiman Sudjatmiko memberikan tanggapan atas aksi unjuk rasa yang eskalasinya memanas. Budiman mengatakan keresahan yang diluapkan dalam aksi unjuk rasa memiliki benang merah yakni melawan kemiskinan.
Keresahan tersebut menjadi fokus utama Presiden Prabowo dalam melawan kemiskinan. Salah satu visi besar Presiden Prabowo adalah pengentasan kemiskinan dan pemberantasan korupsi.
"Kami melihat sangat erat benang merah antara apa yang menjadi keresahan. Yang menjadi keresahan yang diletupkan itu dengan apa yang sebenarnya concern utama Pak Prabowo menjadi presiden yaitu melawan kemiskinan," kata Budiman, kepada wartawan di Istana Kepresidenan, Jakarta, Minggu (31/8/2025).
Sebagai Kepala Negara, kata Budiman, Presiden Prabowo ingin rakyat terlepas dari belenggu kemiskinan dan ketimpangan sosial. Kemiskinan yang lama menjerat bumi Indonesia.
"Pak Prabowo ini menjadi Presiden kan ingin menebus dosa sosial kita. Dosa sosial selama ini yang mengakibatkan kemiskinan, ketimpangan sosial yang sudah lama membelenggu tubuh bangsa kita," ujar aktivis 1998 tersebut.
Menurut Budiman, Presiden Prabowo adalah sosok yang ideologis. Presiden Prabowo telah merangkul dan mengajak dialog berbagai elemen masyarakat dalam mengatasi persoalan bangsa.
"Pak Presiden Pak Prabowo adalah orang dialogis, pak Presiden sudah berdialog dengan seluruh komponen. Pak Presiden sudah mengunjungi rumah almarhum, beliau tahu betul kondisi rumah almarhum Affan sebagai cerminan rakyat," ujarnya.
Budiman menyampaikan pesan Presiden Prabowo bahwa wajar ada perbedaan pendapat di negara demokrasi namun tidak boleh bermusuhan dan terpecah belah. Hanya melalui persatuan, berbagai tuntutan dan aspirasi rakyat akan terwujud.
Presiden Prabowo juga telah mengingatkan para menteri dan jajarannya, anggota DPR untuk mencintai rakyat. "Semua pejabat, anggota DPR dan rakyat semua harus mencintai rakyat dan setia bangsa, mencintai rakyat bukan berarti membunuh seluruh tubuh bangsa ini, bukan berarti memecah belah," tegasnya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....