Presiden Prabowo Beri Perhatian Kesejahteraan Masyarakat Dayak Kalimantan
- 29 Agt 2026 08:48 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Prabowo Subianto menerima Panglima Jilah, pemimpin besar suku Dayak seluruh Kalimantan di Istana Merdeka, Jakarta
- Presiden Prabowo bangun infrastruktur jalan untuk konektivitas
- Pemerintah siapkan Sekolah Rakyat untuk anak-anak Dayak
RRI.CO.ID, Jakarta - Presiden Prabowo Subianto memberikan perhatian untuk kesejahteraan suku Dayak di Kalimantan. Sekretaris Kabinet (Seskab) Teddy Indra Wijaya mengatakan Presiden Prabowo Subianto menerima Panglima Jilah, pemimpin besar suku Dayak seluruh Kalimantan di Istana Merdeka, Jakarta, Jumat 28 Agustus 2026.
Seskab Teddy mengungkapkan Panglima Jilah, menyampaikan aspirasi kepada Presiden Prabowo. Ia mengatakan Kepala Negara merespons langsung sejumlah aspirasi yang disampaikan Panglima Jilah.
“Dalam pertemuan tersebut, Presiden Prabowo langsung menginstruksikan pembangunan berbagai kebutuhan masyarakat Dayak Kalimantan sesuai permohonan Panglima Jilah. Salah satu kebutuhan yang menjadi perhatian Presiden adalah pembangunan infrastruktur jalan di wilayah pedalaman Kalimantan," ujar Seskab Teddy, dalam keterangan tertulis, Jumat, 28 Agustus 2026.
Seskab Teddy menjelaskan pembangunan infrastruktur jalan tersebut antara lain di wilayah Sanggau dan sekitarnya guna mendukung konektivitas serta aktivitas masyarakat. Selain infrastruktur, Presiden Prabowo turut memberikan perhatian terhadap peningkatan akses pendidikan bagi masyarakat Dayak dengan Sekolah Rakyat dan pemberian beasiswa di berbagai wilayah kota adat Dayak.
“Pembangunan Sekolah Rakyat dan beasiswa di berbagai wilayah kota adat Dayak. Saat ini sudah terbangun dua Sekolah Rakyat di Kalimantan Barat,” kata Seskab Teddy.
Presiden Prabowo juga menginstruksikan pembangunan rumah adat Dayak sebagai bagian dari kebutuhan masyarakat sekaligus upaya menjaga keberadaan dan keberlanjutan budaya masyarakat adat. Panglima juga menyampaikan aspirasi mengenai pemuda ingin mengabdi kepada negara melalui TNI dan Polri.
“Keinginan warga Dayak untuk masuk menjadi anggota TNI-Polri, persyaratannya disesuaikan kembali, misalnya penggunaan tato bagi suku adat,” ungkap Seskab Teddy. Lebih lanjut, Seskab Teddy menjelaskan pertemuan dengan Kepala Negara membahas upaya pencegahan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan.
Panglima Jilah menegaskan pentingnya keterlibatan masyarakat adat dalam menjaga lingkungan dan mencegah terjadinya karhutla. Melalui para tokoh adat, edukasi kepada masyarakat terus dilakukan agar aktivitas pembakaran lahan tidak dilakukan secara sembarangan.
Peran tokoh adat dinilai penting karena memiliki kedekatan sekaligus pengaruh di tengah masyarakat dalam membangun kesadaran untuk menjaga lingkungan. “Bagi masyarakat adat, menjaga alam adalah bagian dari menjaga kehidupan karena itu, kolaborasi pemerintah dan masyarakat menjadi kunci untuk mencegah serta menangani karhutla secara bersama,” kata Seskab Teddy.
Sebelumnya, Panglima Jilah mengatakan pertemuan dengan Presiden Prabowo membahas percepatan penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang selama ini dilakukan pemerintah. Presiden Prabowo, kata Panglima Jilah, memberikan dukungan untuk penanganan karhutla, termasuk melalui penambahan personel dan dukungan sarana udara.
"Kita membahas tentang Karhutla. Jadi beliau membantu kita lewat personel untuk segera dan ini sudah dimulai Pak, sekitar satu minggu. Presiden banyak membantu kita terutama di Kalimantan Barat itu rumah adat, sekolah. Kemudian beasiswa, jalan, infrastruktur, rumah sakit, beasiswa dan TNI-Polri," kata Panglima Jilah kepada wartawan di Istana Kepresidenan, Jakarta, Jumat, 28 Agustus 2026.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....