Terima Bintang RI, Agum Gumelar: Ini Suatu Kepercayaan

  • 25 Agt 2025 14:26 WIB
  •  Pusat Pemberitaan

KBRN, Jakarta: Presiden Prabowo Subianto menganugerahkan Bintang Republik Indonesia Utama kepada 14 tokoh bangsa. Salah satunya adalah Jenderal TNI (Hon) Agum Gumelar, pria kelahiran Tasikmalaya 79 tahun lalu.

"Saya menerima ini sebagai suatu kepercayaan, kehormatan," ujarnya ketika ditanya wartawan di Istana Negara, Senin (25/8/2025). "Karena itu, ketika saya menerimanya, tekad saya adalah berusaha untuk tidak mengecewakan kepercayaan yang telah diberikan."

Pada kesempatan itu, Agum mengucapkan terima kasih kepada Presiden Prabowo Subianto atas penganugerahan tersebut. Lulusan Akmil 1968 itu berharap generasi muda Indonesia memiliki jiwa nasionalisme, menjadi SDM unggul, dan menegakkan kedisiplinan.

"Bangsa ini bisa menjadi bangsa besar jika memiliki jiwa nasionalisme," ucapnya. Sehingga, lanjut dia, kita akan memiliki rasa cinta kepada bangsa serta ingin berbuat dan rela berkorban untuk bangsa.

"Tanpa nasionalisme, sebuah bangsa tidak akan menjadi bangsa yang besar," katanya. Menurut Agum, kondisi dunia semakin kompetitif membuat Indonesia memerlukan sumber daya manusia yang berdaya saing.

Selain itu, proses pembangunan negara hanya akan berhasil jika dilaksanakan di tengah masyarakat yang disiplin. "Inilah yang harus dipegang generasi muda Indonesia," ujarnya.

Agum menikah dengan Linda Amalia Sari, putri almarhum Letjen (Purn) Achmad Tahir, pada 1974. Mereka dikaruniai dua anak serta menjadi menantu dari legenda bulu tangkis Taufik Hidayat dan artis Ladya Cheryl.

Karir kemiliterannya banyak dihabiskan di bidang intelijen di Badan Intelijen Strategis (BAIS) maupun Komando Pasukan Khusus (Kopassus). Namanya mencuat pada 1993 saat diangkat menjadi Komandan Kopassus.

Pada 1999, Presiden Ke-4 RI Abdurrahman Wahid menunjuknya sebagai Menteri Perhubungan. Kemudian pada 2001, Agum diangkat sebagai Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan (Menko Polkam) yang hanya sebulan dijabatnya.

Posisi Menteri Perhubungan dipegangnya kembali setelah ditunjuk oleh Presiden Ke-5 RI, Megawati Soekarnoputri. Setelah menyelesaikan tugasnya pada 2004, Agum lebih banyak aktif di bidang olah raga dan keorganisasian.

Hingga pada 2018, Presiden Ke-7 RI Joko Widodo menunjuknya sebagai anggota Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres). Saat itu, Agum beberapa kali melakukan kegiatan diskusi, kunjungan, dan seminar tentang kebangsaan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....