Konferensi International PYC 2025 Bahas Transisi Energi Berkelanjutan
- 23 Agt 2025 17:28 WIB
- Pusat Pemberitaan
KBRN, Jakarta: Konferensi internasional dwitahunan PYC International Energy Conference 2025 resmi diselenggarakan di Jakarta, Sabtu (23/8/2025). Konferensi ini mempertemukan para pemangku kepentingan strategis untuk membahas sinergi menuju transisi energi.
Ketua Umum PYC Filda C. Yusgiantoro mengatakan, konferensi ini menyoroti pentingnya pembangunan berkelanjutan. Utamanya, melalui ketahanan energi, pertumbuhan ekonomi, dan keberlanjutan lingkungan.
"Forum ini mempertemukan para pemangku kepentingan lokal dan global, termasuk kalangan mahasiswa, peneliti, pakar, pemerintah, dan sektor swasta. Di mana untuk membahas berbagai isu di sektor energi baik di tingkat global dan Indonesia,” kata Filda di Jakarta, Sabtu (23/8/2025).
Adapun konferensi ini bertema Towards Indonesia Emas 2045; Aligning Energy Security, Economic Growth, and Environmental Sustainability. Adapun tema ini menyoroti pentingnya menyeimbangkan ketahanan energi, pertumbuhan ekonomi, dan keberlanjutan lingkungan.
"Hal ini sebagai faktor kunci dalam menciptakan pembangunan inklusif dan berkelanjutan. Di mana sejalan dengan visi Indonesia Emas 2045," ujar Filda yang juga merupakan lulusan terbaik Monash University.
Menurutnya, keberlanjutan lingkungan masih menjadi tantangan signifikan dalam mencapai Indonesia Emas 2045. Selain itu, peningkatan emisi karbon akibat eksploitasi sumber daya secara masif telah mengancam ekosistem dan kesejahteraan masyarakat.
“Oleh karena itu, kebijakan yang menyeimbangkan ketahanan energi, pertumbuhan ekonomi, dan keberlanjutan lingkungan sangatlah penting. Ketiga aspek ini menjadi kunci dalam menciptakan pembangunan inklusif dan berkelanjutan sejalan dengan visi Indonesia Emas,” katanya, menjelaskan.
Ia optimis konferensi ini akan tercipta diskusi menarik bagi akademisi, peneliti, pakar, praktisi, pejabat pemerintah, dan sektor swasta. "Sehingga mereka dapat saling berbagi pengalaman dan jaringan di sektor energi," ucapnya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....