Potensi Pasar Ekspor Durian ke Tiongkok Rp128 Triliun

  • 18 Des 2024 12:02 WIB
  •  Pusat Pemberitaan

KBRN, Jakarta: Pemerintah tengah mempersiapkan langkah besar untuk mendorong ekspor durian Indonesia langsung ke Tiongkok. Menteri Koordinator Bidang Pangan (Menkopangan), Zulkifli Hasan, mengungkapkan nilai pasar durian di Tiongkok sangat besar bisa mencapai USD8 miliar.

"Tiongkok itu pasarnya besar sekali, katanya kalau durian nilainya bisa mencapai USD8 miliar (Rp128,7 triliun dengan kurs Rp16.095). Kita baru bisa ekspor dalam bentuk pasta atau daging yang sudah dikupas untuk es krim," kata pria yang akrab disapa Zulhas ini usai rapat koordinasi lintas Kementerian/Lembaga, di Lobby Gedung Soedjono Djoened Poesponegoro/Gedung BPP, Jakarta, Rabu (18/12/2024).

Menurutnya, durian Indonesia harus melewati Thailand sebelum diekspor ke Tiongkok, sehingga mengurangi nilai tambah bagi petani lokal. “Dari Sulawesi Tengah, durian kita masuk dulu ke Thailand, baru diekspor ke Tiongkok ini mengurangi margin keuntungan kita,” ucapnya.

Sebagai langkah awal, tim inspeksi dari Tiongkok dijadwalkan akan meninjau fasilitas dan kualitas durian di Indonesia pada Januari 2024. Pemerintah berharap hasil inspeksi ini dapat membuka jalan untuk penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) terkait ekspor langsung.

“Kemarin tertunda karena perubahan musim, tapi Januari nanti tim dari Tiongkok akan datang untuk meninjau. Jika semua berjalan lancar, kita bisa langsung ekspor ke Tiongkok,” ujarnya.

Rencana ini menjadi kabar baik bagi produksi durian di Indonesia, terutama di Sulawesi Tengah yang menjadi pemasok utama. Dengan terbukanya akses ekspor langsung, para petani diharapkan mendapatkan keuntungan lebih besar di pasar durian global.

Langkah ini merupakan bagian dari upaya pemerintah untuk meningkatkan daya saing produk pangan lokal di pasar internasional. "Ini adalah peluang besar untuk memperkuat posisi durian kita, tidak hanya di Tiongkok tapi juga di pasar dunia," katanya, menjelaskan. (Intern/Merlina Aryanti)


google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....