Tuduhan PKI, Basarah Minta Nama Baik Soekarno Dipulihkan
- 19 Nov 2024 12:30 WIB
- Pusat Pemberitaan
KBRN, Jakarta: Anggota DPR RI Fraksi PDIP Ahmad Basarah mengatakan, nama baik Presiden Ke-1 RI Soekarno harus dipulihkan. Terutama, dalam tuduhan terhadap Soekarno yang menyebut sang proklamator itu seorang komunis PKI.
Mantan Wakil Ketua MPR ini menilai, TAP MPRS No. XXXIII/MPRS/1967 tentang Pencabutan Kekuasaan Pemerintahan Negara dari Presiden Soekarno tidak relevan. "Pemulihan nama baik Soekarno, kita pilih jalan konstitusi, ada di tangan Presiden Prabowo Subianto," kata Basarah saat menjadi pembicara di acara diskusi BPIP, di Kantor LPP RRI Jakarta, Selasa (19/11/2024).
Basarah mengungkapkan, Soekarno merupakan presiden satu-satunya yang tidak mendapatkan haknya sebagai pimpinan negara. Hak tersebut, seperti tidak mempunyai dana pensiun hingga tidak memiliki rumah sebagai hadiah pensiunan presiden.
"Satu-satunya Presiden RI tak punya hak pensiun, hanya Presiden Soekarno yang tidak punya rumah. Itu karena tuduhan PKI, padahal beliau satu-satunya orang yang bergelar proklamator," ucap Basarah.
Di satu sisi, Basarah menegaskan, keluarga besar Soekarno tidak mempermasalahkan soal hak-hak tersebut. Para anak-anak Soekarno hanya menginginkan nama baik sang ayahanda pulih kembali.
"Keluarga tidak persoalkan lagi, kami ingin memulihkan nama baiknya. Sekarang terbukti tuduhan (kepada Soekarno) itu tidak benar, yang paling penting ambil hikmahnya," ujar Basarah.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....