Kasus Campak Melonjak, Kemenkes Gerak Cepat Perkuat Imunisasi

  • 28 Feb 2026 18:40 WIB
  •  Nabire

RRI.CO.ID, Nabire - Pemerintah terus memperkuat langkah pengendalian campak menyusul tren peningkatan kasus di Indonesia. Pelaksana Tugas Direktur Jenderal Penanggulangan Penyakit Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, Andi Saguni, menegaskan bahwa penguatan imunisasi menjadi strategi utama untuk menekan penyebaran penyakit tersebut.

Andi menjelaskan bahwa pemerintah mengoptimalkan imunisasi rutin serta imunisasi kejar Measles-Rubella (MR), terutama di wilayah dengan cakupan imunisasi rendah. Selain itu, imunisasi MR tambahan juga diberikan pada daerah yang mengalami Kejadian Luar Biasa (KLB) sepanjang 2025 hingga 2026.

Melansir dari Bloomberg Technoz, program tambahan tersebut merupakan crash program untuk mempercepat peningkatan cakupan imunisasi dan membentuk kekebalan kelompok (herd immunity) di masyarakat. Pemerintah menilai rendahnya cakupan imunisasi di sejumlah wilayah menjadi salah satu faktor yang mendorong peningkatan kasus campak.

Selain penguatan imunisasi, Kementerian Kesehatan juga memperkuat komunikasi dan edukasi kepada masyarakat mengenai perilaku hidup bersih dan sehat. Upaya ini bertujuan memutus rantai penularan campak, khususnya di lingkungan sekolah dan rumah tangga.

Masyarakat diimbau menerapkan kebiasaan sederhana seperti menggunakan masker saat sakit, mencuci tangan dengan sabun, serta menerapkan etika batuk dan konsumsi makanan bergizi seimbang.

Pemerintah juga meminta masyarakat memastikan status imunisasi campak anak-anak, terutama pada kelompok usia balita yang paling rentan. Pemeriksaan status imunisasi dapat dilakukan melalui fasilitas kesehatan terdekat maupun buku Kesehatan Ibu dan Anak (KIA).

Bagi masyarakat yang mengalami gejala demam dan ruam kulit, diimbau segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan. Pasien yang terkonfirmasi campak juga diminta membatasi kontak sosial untuk mencegah penularan lebih luas.

Langkah penguatan pengendalian campak ini dilakukan setelah adanya notifikasi dari Australia terkait laporan warga negara asing yang terpapar campak setelah melakukan perjalanan ke Indonesia. Pemerintah berharap kombinasi imunisasi, edukasi masyarakat, dan respons cepat terhadap KLB dapat menekan angka kasus campak pada tahun 2026.

Rekomendasi Berita