Aparat Gabungan Kuasai Camp KKB di Nabarua Nabire, Amunisi Disita
- 02 Mar 2026 17:42 WIB
- Nabire
RRI.CO.ID, Nabire – Aparat gabungan TNI dan Polri berhasil menguasai sebuah camp yang diduga digunakan Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) dalam operasi penegakan hukum di Kali Nabarua, Distrik Nabire, Kabupaten Nabire, Papua Tengah. Dalam operasi tersebut, aparat juga menyita ratusan butir amunisi serta sejumlah perlengkapan yang diduga milik kelompok bersenjata.
Wakapolda Papua Tengah, Kombes Pol Gustav Urbinas, mengatakan operasi gabungan TNI-Polri dilakukan pada Minggu 1 Maret 2026 sebagai bagian dari upaya penegakan hukum terhadap target daftar pencarian orang (DPO) KKB yang diduga terlibat dalam berbagai aksi kekerasan bersenjata di wilayah Papua Tengah.
“Operasi ini merupakan bagian dari upaya penegakan hukum terhadap target DPO Kelompok Kriminal Bersenjata di Kabupaten Nabire. Aparat gabungan akan terus melakukan pengejaran guna mencegah kelompok tersebut melakukan gangguan keamanan serta menjaga stabilitas dan keselamatan masyarakat,” ujar Gustav saat konferensi pers di Mapolres Nabire, Senin 2 Maret 2026.
.webp)
Berdasarkan hasil penyelidikan, kelompok KKB yang dipimpin DPO berinisial AK diketahui berpindah dari wilayah Kimi menuju Kali Nabarua dan mendirikan sebuah camp yang diduga dijadikan markas persembunyian. Selain itu, lokasi tersebut juga diduga menjadi tempat pertemuan untuk menggalang dukungan logistik serta merencanakan aksi gangguan keamanan di wilayah Nabire.
Personel gabungan kemudian melakukan pengamatan dan penyekatan di sekitar lokasi sebelum bergerak mendekati camp. Saat aparat tiba di lokasi, terjadi kontak tembak antara aparat keamanan dan kelompok KKB.
Setelah kontak tembak tersebut, aparat gabungan berhasil menguasai lokasi camp. Sementara itu, kelompok KKB melarikan diri ke arah hutan dan hingga kini masih dalam pengejaran aparat gabungan.
Dari hasil operasi tersebut, aparat berhasil mengamankan sejumlah barang bukti yang diduga berkaitan dengan aktivitas KKB. Barang bukti yang disita antara lain 561 butir amunisi berbagai kaliber, 10 magazen, 12 unit telepon genggam, lima unit alat komunikasi genggam atau handy talky, uang tunai puluhan juta rupiah, satu lembar bendera Bintang Kejora, serta berbagai perlengkapan lainnya yang ditemukan dalam tiga tas milik kelompok tersebut.

Selain menyita barang bukti, aparat juga menguasai camp yang diduga digunakan sebagai lokasi aktivitas sekaligus tempat persembunyian kelompok bersenjata tersebut.
Sementara itu, Wakil Panglima Operasi Habema, Brigjen TNI Riyanto, menyampaikan dalam operasi tersebut terdapat satu anggota aparat yang mengalami luka akibat rekoset peluru saat terjadi kontak tembak.
“Dalam pelaksanaan operasi penegakan hukum di wilayah Nabarua terdapat satu anggota yang mengalami luka akibat rekoset peluru. Anggota tersebut sudah dievakuasi, mendapatkan perawatan intensif, dan saat ini dalam kondisi normal,” kata Riyanto.
Aparat gabungan TNI dan Polri memastikan pengejaran terhadap kelompok KKB masih terus dilakukan. Berdasarkan analisis lapangan, kelompok tersebut diduga masih berada di sekitar wilayah Nabire.
Aparat berkomitmen untuk terus melakukan penindakan guna mencegah potensi gangguan keamanan serta menjaga situasi kamtibmas tetap kondusif di wilayah Papua Tengah.