Menjadi Seorang Pembina Pramuka Adalah Jalan Pengabdian

  • 14 Mei 2025 00:04 WIB
  •  Nabire

KBRN, Nabire: Sekertaris Kwartir Cabang (Kwarcab) Gerakan Pramuka Kabupaten Nabire Cheppy Karubuy, kepada RRI Selasa (13/5/2025) mengatakan, Menjadi Pembina Pramuka adalah jalan pengabdian. Pembina bukan soal tanda penghargaan, bukan Pula soal gagah gagahan, dan bukan soal jabatan. Tetapi soal komitmen untuk hadir, mendampingi, membentuk di tengah medan nyata kehidupan kaum muda.

Menurutnya di balik jalan pengabdian itu, tersimpan banyak keberkahan. Mungkin lebih, tetapi setidaknya, ada tujuh manfaat utama yang akan dirasakan siapa pun yang menapaki jalan ini dengan sungguh-sungguh.

Tujuh manfaat tersebut masing-masing:

1. Menjadi Pribadi yang Terus Tumbuh

Menjadi Pembina berarti belajar tanpa henti. Setiap pertemuan, setiap kegiatan, adalah ruang belajar tentang kepemimpinan, komunikasi, manajemen emosi, hingga cara memahami orang lain. Karena dunia semakin dinamis, teknologi berkembang, generasi berganti maka Pembina dituntut untuk tak sekadar membina, tapi juga terus belajar, terbarukan dan menyegarkan pengetahuan. Dan itu membuatnya tumbuh.

2. Dikelilingi Oleh Semangat Muda

Energi Pramuka terutama dari adik-adik peserta didik adalah energi hidup. Ia menular. Semangat, gelak tawa, rasa ingin tahu, dan kepolosan mereka mengisi kembali jiwa yang mungkin mulai lelah oleh rutinitas orang dewasa. Bertemu Pramuka adalah hiburan hati, pemantik semangat.

3. Punya Kontribusi Nyata Untuk Bangsa

Di tengah keluhan banyak orang tentang kondisi generasi muda, Pembina Pramuka memilih untuk terlibat. Tidak hanya mengkritik, tapi mendidik. Tidak hanya menonton, tapi membentuk. Dan di sanalah letak sumbangsih nyatanya untuk masa depan negeri ini.

4. Mengasah Jiwa Kepemimpinan

Mendampingi anak-anak dan kaum muda bukan perkara mudah. Butuh sabar, butuh tegas, butuh empati. Pembina Pramuka belajar memimpin bukan dengan suara keras, tapi dengan teladan dan kepercayaan. Kepemimpinan yang berakar dari karakter.

5. Memperluas Jejaring Pertemanan dan Kolaborasi

Dunia Kepramukaan adalah dunia yang luas. Dari gugus depan hingga ke tingkat nasional bahkan internasional, Pembina akan bertemu banyak sosok inspiratif, membuka peluang kerja sama lintas daerah, bahkan lintas negara.

6. Menemukan Makna dan Rasa Cukup

Ketika melihat anak didik tumbuh dewasa, berhasil, dan menjadi manusia yang bermanfaat, di situlah hati Pembina merasa penuh. Rasa cukup yang tidak bisa dibeli oleh gaji berapa pun jumlahnya. Adik adik yang ketika dewasa dan sukses lalu menghadiahkan sebuah kata "Terima Kasih Kakak Pembinaku", itu tak ternilai.

7. Dicatat Dalam Amal Jariyah

Ilmu yang diajarkan, karakter baik yang dibentuk, kebaikan yang ditanamkan—akan terus mengalir, bahkan setelah Pembina tak lagi ada. Ia menjadi amal jariyah, investasi akhirat yang tak pernah rugi.

“Maka dengan demikian siapa pun yang memilih jalan tersebut, Ia sedang menempuh jejak mulia. Diam-diam, ia sedang mengubah dunia, satu jiwa muda dalam satu waktu,” tutup Cheppy Karubuy.

Rekomendasi Berita