IHSG Ditutup Menguat 0,5 Persen ke Level 8.322

  • 25 Feb 2026 18:21 WIB
  •  Nabire

RRI.CO.ID, Nabire - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menutup perdagangan di zona hijau pada Rabu 25 Februari 2026. IHSG menguat 0,5 persen ke posisi 8.322,22.

Sepanjang perdagangan, indeks bergerak di rentang 8.259,74 hingga 8.373,48. Total nilai transaksi mencapai Rp29,89 triliun dari 52,28 miliar saham yang diperdagangkan dengan frekuensi 2,84 juta kali transaksi.

Dilansir dari Bloomberg Technoz, sebanyak 336 saham menguat, 335 saham melemah, dan 146 saham stagnan. Sektor kesehatan, konsumen non-primer, serta perindustrian menjadi penopang utama dengan kenaikan masing-masing 2,73 persen, 2,7 persen, dan 2,2 persen.

Penguatan IHSG turut ditopang saham perbankan berkapitalisasi besar seperti PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) dan PT Bank Central Asia Tbk (BBCA).

Saham BBRI naik 2,58 persen ke Rp3.970 per saham dengan nilai transaksi Rp1,03 triliun. Sementara BBCA menguat 1,38 persen ke Rp7.325 per saham.

Investor masih mencermati realisasi APBN Januari 2026 yang mencatat defisit Rp54,6 triliun atau 0,21 persen terhadap PDB. Belanja negara tumbuh 25,7 persen secara tahunan menjadi Rp227,3 triliun, sementara penerimaan negara naik 9,5 persen menjadi Rp172,7 triliun.

Strategi percepatan belanja atau front-loading diarahkan untuk mendorong pertumbuhan ekonomi di kisaran 5,5–6 persen, termasuk melalui dukungan Program Makan Bergizi (MBG) dan pembangunan infrastruktur.

Mengutip riset RHB Sekuritas Indonesia, pasar dinilai tetap resilien karena pemerintah telah mengamankan pembiayaan Rp105,1 triliun guna menjaga likuiditas dan mendukung prioritas strategis nasional.

Optimisme juga didukung pertumbuhan jumlah uang beredar (M2) yang mencapai Rp10.117,8 triliun atau tumbuh 10 persen secara tahunan. Selain itu, jumlah pengguna QRIS telah menembus 60 juta dan memenuhi target 2026 yang ditetapkan oleh Bank Indonesia.

Kondisi tersebut dinilai mencerminkan likuiditas yang tetap terjaga serta pengelolaan fiskal yang disiplin di tengah peningkatan belanja negara.

Rekomendasi Berita