Laba BRI 2025 Tembus Rp57,13 Triliun, Kredit Tumbuh 12,3%

  • 28 Feb 2026 12:22 WIB
  •  Nabire

RRI.CO.ID, Nabire - PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BRI) menutup tahun buku 2025 dengan capaian kinerja solid di tengah perlambatan ekonomi global. Hingga akhir Triwulan IV 2025, perseroan membukukan laba bersih sebesar Rp57,132 triliun.

Direktur Utama BRI, Hery Gunardi, mengatakan capaian tersebut ditopang struktur pendanaan yang kuat, pertumbuhan kredit dua digit, serta kualitas aset yang terus membaik. Kinerja ini sekaligus mempertegas posisi BRI sebagai penggerak pembiayaan produktif dan ekonomi kerakyatan.

Menurutnya, stabilitas ekonomi domestik menjadi fondasi penting bagi pertumbuhan perseroan. Konsumsi dalam negeri yang tetap terjaga turut menopang ekspansi sektor perbankan sepanjang tahun 2025.

“Secara keseluruhan, kombinasi inflasi yang terjaga, kebijakan moneter yang lebih longgar, dan ketahanan konsumsi domestik memberikan fondasi yang cukup kuat bagi perekonomian Indonesia ke depan,” ujar Hery, yang dilansir dari Bloomberg Technoz.

Sepanjang 2025, perekonomian Indonesia tumbuh sekitar 5,1 persen dengan inflasi terkendali di kisaran 2,9 persen. Kondisi tersebut dinilai memberi ruang bagi kebijakan moneter yang lebih akomodatif dan mendukung intermediasi perbankan.

Dari sisi penyaluran kredit, BRI mencatat pertumbuhan 12,3 persen secara tahunan (year on year/yoy) menjadi Rp1.521 triliun. Angka tersebut melampaui rata-rata pertumbuhan kredit industri perbankan nasional yang berada di level 9,6 persen.

Kualitas kredit tetap terjaga secara prudent. Rasio kredit bermasalah (Non Performing Loan/NPL) tercatat 3,07 persen, sementara Loan at Risk (LaR) menurun dari 10,7 persen menjadi 9,6 persen pada akhir 2025.

“Perbaikan fundamental kinerja BRI tersebut berdampak positif terhadap capaian laba perseroan. Hingga akhir Triwulan IV 2025, BRI berhasil mencetak laba bersih sebesar Rp57,132 triliun,” tegasnya.

Dari sisi pendanaan, Dana Pihak Ketiga (DPK) tumbuh 7,4 persen yoy menjadi Rp1.466,8 triliun. Pertumbuhan terutama ditopang dana murah atau Current Account Saving Account (CASA) yang meningkat 12,7 persen, dengan rasio CASA mencapai 70,6 persen. Giro tumbuh 19,7 persen dan tabungan naik 7,9 persen.

Penguatan dana murah berdampak pada efisiensi biaya dana (Cost of Fund) yang membaik menjadi 2,9 persen dari sebelumnya 3,1 persen. Likuiditas tetap terjaga dengan Loan to Deposit Ratio (LDR) sebesar 91,4 persen dan Capital Adequacy Ratio (CAR) di level 23,52 persen, jauh di atas ketentuan minimum regulator.

Transformasi BRIVolution Reignite yang diluncurkan pada April 2025 turut memperkuat daya saing perseroan. Strategi ini difokuskan pada penguatan fondasi dan pembaruan inti bisnis, termasuk optimalisasi kanal digital seperti BRImo, BRILink, dan QRIS.

Hingga Desember 2025, pengguna Super App BRImo mencapai 45,9 juta atau tumbuh 18,9 persen yoy. Nilai transaksi melalui BRImo menembus Rp7.057 triliun atau meningkat 26,1 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Di segmen merchant, volume transaksi naik 48,1 persen menjadi Rp223,2 triliun, sementara transaksi QRIS melonjak 100 persen yoy menjadi Rp85,6 triliun.

Komitmen terhadap UMKM juga terus diperkuat. Sepanjang 2025, BRI menyalurkan Kredit Usaha Rakyat (KUR) sebesar Rp178,08 triliun kepada 3,8 juta debitur, dengan sektor pertanian sebagai kontributor terbesar.

Sinergi Holding Ultra Mikro bersama Pegadaian dan PNM menunjukkan perkembangan signifikan. Hingga akhir Desember 2025, holding tersebut menjangkau lebih dari 34,5 juta debitur aktif dengan total simpanan mikro mencapai lebih dari 187 juta rekening. Total simpanan emas dalam ekosistem ultra mikro BRI Group tercatat 17,1 ton atau tumbuh 65,5 persen yoy.

Selain pembiayaan, BRI juga mendorong pemberdayaan melalui program Desa BRILiaN yang telah membina lebih dari 5 ribu desa serta Program KlasterkuHidupku yang mengembangkan 42 ribu klaster usaha. Inklusi keuangan diperluas melalui lebih dari 1,1 juta agen BRILink di lebih dari 66 ribu desa, dengan volume transaksi mencapai Rp1.746 triliun sepanjang 2025.

Dalam aspek keberlanjutan, portofolio pembiayaan kegiatan usaha berwawasan sosial mencapai Rp718,7 triliun atau 53,5 persen dari total pinjaman. Sementara pembiayaan berwawasan lingkungan tercatat Rp93,2 triliun.

Menutup keterangannya, Hery menegaskan komitmen BRI untuk terus tumbuh bersama masyarakat dan mendukung program prioritas pemerintah.

Rekomendasi Berita