IHSG Menguat 0,27 Persen Ditopang Saham Komoditas

  • 26 Jan 2026 18:49 WIB
  •  Nabire

RRI.CO.ID, Nabire: Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup di zona hijau pada perdagangan Senin 26 Januari 2026. IHSG menguat 0,27 persen ke level 8.975 setelah bergerak fluktuatif sejak pembukaan pasar.

Dikutip dari Bloomberg Technoz, sepanjang perdagangan IHSG sempat menyentuh level tertinggi 9.058 dan terendah di posisi 8.923. Nilai transaksi tercatat mencapai Rp36,97 triliun dengan volume perdagangan sebanyak 57,52 miliar saham dan frekuensi transaksi mencapai 3,83 juta kali.

Data perdagangan menunjukkan sebanyak 267 saham menguat, 428 saham melemah, dan 110 saham bergerak stagnan.

Sektor barang baku, transportasi, dan konsumer primer menjadi penopang utama penguatan IHSG dengan kenaikan masing-masing sebesar 4,45 persen, 1,66 persen, dan 0,41 persen. Sementara itu, sektor energi mengalami tekanan cukup dalam dengan koreksi mencapai 2,39 persen.

Sejumlah saham barang baku mencatat lonjakan signifikan, di antaranya PT Merdeka Gold Resources Tbk (EMAS) melonjak 18,2 persen, PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) menguat 10,9 persen, dan PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMN) naik 9,04 persen.

Dari sektor transportasi, saham PT Grahaprima Suksesmandiri Tbk (GTRA) dan PT Pelayaran Nasional Ekalya Purnamasari Tbk (ELPI) masing-masing terbang 24,7 persen, sementara PT MPX Logistics International Tbk (MPXL) menguat 10,6 persen.

Indeks LQ45 turut menguat 1 persen ke level 882,4. Saham PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA) naik 5,84 persen dan PT Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA) menguat 4,55 persen. Selain itu, saham PT Trimegah Bangun Persada Tbk (NCKL), PT Medco Energi Internasional Tbk (MEDC), dan PT AKR Corporindo Tbk (AKRA) juga mencatatkan penguatan.

Sementara itu, pergerakan bursa Asia terpantau bervariasi. Indeks KOSDAQ Korea melonjak 7 persen, FTSE Malaysia KLCI naik 1,4 persen, Hang Seng Hong Kong menguat 0,06 persen. Namun TOPIX Jepang turun 2,13 persen, Nikkei 225 melemah 1,79 persen, dan Strait Times Singapura terkoreksi 0,62 persen.

Mengutip riset Phintraco Sekuritas, sektor basic materials mencatat penguatan terbesar seiring kenaikan harga komoditas. Sebaliknya, sektor energi tertekan akibat pelemahan saham BUMI, PTRO, dan DEWA yang dipengaruhi sentimen antisipasi perubahan metodologi perhitungan free float MSCI.

Secara teknikal, Phintraco menyebut indikator Stochastic RSI masih berada di area oversold tanpa sinyal pembalikan arah, sementara histogram MACD negatif melebar. IHSG diperkirakan bergerak konsolidatif di kisaran 8.850 hingga 9.100.

Sementara itu, Panin Sekuritas menilai IHSG berhasil menguji support MA-20 di level 8.912. Indikator stochastic golden cross di area oversold membuka peluang rebound menuju resistance psikologis 9.000 hingga rekor tertinggi baru di level 9.174.

Rekomendasi Berita