Ekspor Timah Indonesia Bangkit Usai Penertiban Tambang
- 15 Des 2025 22:05 WIB
- Nabire
KBRN, Nabire: Kinerja ekspor timah Indonesia menunjukkan tanda pemulihan pada November 2025. Kondisi ini menjadi sinyal meredanya kekhawatiran pasar global terhadap potensi gangguan pasokan akibat penindakan pemerintah terhadap penambangan ilegal.
Berdasarkan data Kementerian Perdagangan, pengapalan timah dari Indonesia, produsen terbesar kedua dunia, melonjak hampir tiga kali lipat secara bulanan menjadi 7.459 ton, dengan nilai mencapai 268 juta dolar AS.
Dikutip dari Bloomberg Technoz, ekspor timah Indonesia sebelumnya sempat anjlok pada Oktober menjadi 2.643 ton, atau level terendah sejak Januari. Penurunan tersebut terjadi setelah Presiden Prabowo Subianto menginstruksikan aparat penegak hukum untuk menindak aktivitas tambang ilegal di wilayah penghasil utama timah, khususnya Bangka Belitung.
Kebijakan penertiban tambang ilegal tersebut turut menopang kenaikan harga timah di pasar global sepanjang tahun ini. Harga timah tercatat melonjak sekitar 41 persen dan menjadi kontrak dengan kinerja terbaik di London Metal Exchange (LME).
Selain faktor penertiban tambang, reli harga timah juga dipicu oleh ekspektasi meningkatnya permintaan dari industri kecerdasan buatan atau artificial intelligence. Di sisi lain, pasokan dari produsen besar lainnya seperti Republik Demokratik Kongo dan Myanmar juga mengalami gangguan.
Mysteel Global dalam catatannya menyebutkan, ekspor timah Indonesia mulai kembali normal seiring berakhirnya penindakan terhadap penyelundupan timah serta diterbitkannya kembali kuota perdagangan.
Namun demikian, Mysteel memperkirakan pasar timah tambang global berpotensi beralih ke kondisi surplus pada tahun depan. Hal ini sejalan dengan meningkatnya pasokan dari sektor pertambangan, termasuk adanya kenaikan pengapalan timah dari Myanmar.