Dunia tanpa Ambisi Menguasai Timur Tengah: Peluang Stabilitas dan Perdamaian
- 06 Mar 2026 09:09 WIB
- Nabire
RRI.CO.ID, Nabire - Menurut International Crisis Group, tanpa adanya ambisi dan campur tangan kekuatan besar untuk menguasai Timur Tengah, kawasan ini berpotensi mengalami stabilitas politik dan pengurangan konflik berkepanjangan. Negara-negara di kawasan bisa lebih fokus pada pembangunan dan kerjasama regional, tanpa tekanan persaingan geopolitik yang selama ini memperparah ketegangan dan perang proxy. Hal ini akan menciptakan lingkungan yang lebih kondusif bagi perdamaian dan kemajuan masyarakat.
Menurut International Energy Agency (IEA), ketidakstabilan di Timur Tengah selama ini sering mengganggu pasokan minyak dunia yang melewati jalur strategis seperti Selat Hormuz, tempat sekitar 20% minyak global diperdagangkan. Jika konflik di wilayah ini bisa diminimalisir karena tidak ada ambisi penguasaan, maka pasokan energi akan lebih stabil dan harga minyak cenderung lebih terkendali. Dampaknya, perekonomian global akan mendapat manfaat dari volatilitas harga energi yang berkurang.
Sementara itu, menurut laporan dari United Nations Development Programme (UNDP), berkurangnya ketegangan geopolitik di Timur Tengah juga memungkinkan negara-negara dan organisasi internasional mengalihkan fokus dan sumber daya mereka untuk menangani isu-isu global penting lainnya, seperti perubahan iklim, kemiskinan, dan pembangunan berkelanjutan. Kerjasama internasional yang lebih intensif akan mendukung terciptanya dunia yang lebih damai dan sejahtera.