Memaknai Kembali Arti dan Maksud Mengaji
- 10 Mei 2025 10:02 WIB
- Meulaboh
KBRN,Meulaboh: Mengaji berarti membaca dan mempelajari Al-Quran dan Al- Hadis untuk dapat dipahami dan diamalkan isi kandungannya dalam kehidupan sehari-hari.
Kata "mengaji" dalam bahasa Aceh adalah "Beut" yaitu proses belajar membaca, memahami,mendalami,mengamalkan,merenungkan isi kandungan Al-Quran dan Hadist Nabi yang merupakan Pedoman Hidup Ummat Islam serta mampu mengajarkannya.
Sebagaimana Hadis yang diriwayatkan oleh Utsman bin Affan dari Rasulullah SAW,
خَيْرُكُمْ مَنْ تَعَلَّمَ اْلقُرْآنَ وَعَلَّمَهُ
artinya "Sebaik-baik kalian adalah orang yang belajar Al-Qur'an dan mengajarkannya."
Dan Sabda Nabi SAW;
تَرَكْتُ فِيْكُمْ أَمْرَيْنِ لَنْ تَضِلُّوْا مَا تَمَسَّكْتُمْ بِهِمَا : كِتَابَ اللهِ وَ سُنَّةَ رَسُوْلِهِ
Aku telah tinggalkan kepada kamu dua perkara. Kamu tidak akan sesat selama berpegang kepada keduanya, (yaitu) Kitab Allah dan Sunnah Rasul-Nya.” (HR. Malik; Al-Hakim, Al-Baihaqi, Ibnu Nashr, Ibnu Hazm).
Secara lebih detail, mengaji dapat didefinisikan sebagai berikut:
Membaca dan atau menghafal Al-Quran:
Membaca dan atau menghafal teks Al-Quran dengan benar dan sesuai dengan kaidah-kaidah tajwid.
Mempelajari Al-Quran dan Hadis lebih mendalam:
Mengaji juga mencakup mempelajari makna, tafsir, dan isi kandungan Al-Quran dan hadis merenungkan dan menghayati serta mengamalkan perintah-perintah yang terkandung dalam Al-Quran dan Al-Hadis seperti berzikir,shalat, zakat, puasa, haji, dan berakhlakul karimah dan lain-lain.
Jika belajar mengaji tetapi tidak praktek berzikir, shalat dan segala apapun yang merupakan perintah dan larangan dari Al-Qur'an maupun Hadis serta berakhlak mulia maka hal tersebut dapat dikategorikan belum mengaji.
Karena inti dari mengaji itu adalah membaca, memahami, menghayati, merasai dan mengamalkannya. Maka perlu bagi kita semua memaknai kembali arti dan maksud dari mengaji secara utuh sebagaimana tersebut diatas, jika bukan demikian atau mengambil sebagiannya saja maka belum sempurna memaknai "Mengaji", Ibarat menanam pohon tapi tidak ada buahnya. (Ustadz Syamsul Kamal - Pimpinan Balaikota Misbahul Munir Meulaboh)