Dosen UTU Asal Meulaboh Bagikan Pengalaman Puasa di Irlandia

  • 12 Mar 2026 16:32 WIB
  •  Meulaboh

RRI.CO.ID, Meulaboh: Dosen Agribisnis Universitas Teuku Umar (UTU), Keumala Fadhiela, berbagi pengalaman unik menjalankan Ramadan di Irlandia. Pengalaman tersebut ia rasakan saat mengikuti program persiapan studi doktoral pada awal 2026.

Keumala mengatakan dirinya menjadi satu-satunya peserta dari Aceh yang terpilih mengikuti program tersebut. Program itu diikuti bersama 15 dosen dari berbagai perguruan tinggi di seluruh Indonesia.

“Program ini berlangsung selama dua bulan sejak Januari hingga akhir Februari. Saya juga sempat merasakan sepuluh hari pertama Ramadan di Irlandia,” ujarnya dalam program Kurma: Kisah Unik Ramadan, RRI Meulaboh, rabu 11 Maret 2026.

Ia menjelaskan suasana ramadan di negara tersebut sangat berbeda dengan di Aceh. Sebagai negara dengan jumlah muslim minoritas, aktivitas ibadah puasa lebih mengandalkan jadwal waktu melalui aplikasi atau jam.

Hal itu terjadi karena azan tidak terdengar di ruang publik seperti di Indonesia. Umat muslim di sana harus lebih disiplin mengikuti jadwal waktu salat dan berbuka. Meski demikian, Kemala mengaku tidak merasa sendiri selama menjalani puasa di Irlandia. Hal itu karena terdapat mahasiswa muslim dari berbagai negara seperti India, Pakistan, dan Bangladesh.

“Kami sering berbuka puasa bersama dengan mahasiswa muslim lainnya di kampus. Kadang juga berbuka bersama dengan teman-teman dari Indonesia,” katanya.

Ia menambahkan cuaca musim dingin di Irlandia menjadi tantangan tersendiri bagi dirinya yang berasal dari daerah tropis. Suhu udara yang sangat dingin membuatnya harus mengenakan beberapa lapis jaket setiap hari.

Namun kondisi musim dingin justru membuat waktu berbuka puasa lebih cepat dibandingkan di Indonesia. Hal itu karena malam datang lebih cepat saat musim dingin. “Kalau musim dingin, malam datang lebih cepat sehingga waktu berbuka juga lebih cepat,” ucapnya.

Rekomendasi Berita