Dharma Wanita Aceh Barat Salurkan Bansos ke Panti SOS Gampong Aneuk Meulaboh

  • 11 Mar 2026 15:56 WIB
  •  Meulaboh

RRI.CO.ID, Meulaboh - Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kabupaten Aceh Barat bersama DWP unit lingkup Pemerintah Kabupaten Aceh Barat menyalurkan bantuan sosial (bansos) ke Panti SOS Gampong Aneuk (Children’s Village) Meulaboh, Rabu, 11 Maret 2026. Kegiatan ini merupakan bagian dari program kerja DWP Aceh Barat tahun 2026 yang secara khusus dilaksanakan dalam momentum Ramadan 1447 Hijriah.

Pelaksana Tugas (Plt) Ketua DWP Aceh Barat, Ny. Cut Zulfahnur Syafitri Kurdi mengatakan kegiatan bakti sosial tersebut mengusung tema “Simfoni Ramadan Satu Hati: Ikhlas Berbagi, Tulus Bersaudara, Memperkokoh Ikatan Keluarga DWP Aceh Barat Menuju Kemenangan.”

Menurutnya, kegiatan tersebut merupakan bentuk kepedulian dan perhatian keluarga besar Dharma Wanita Persatuan Aceh Barat kepada anak-anak yang berada di panti asuhan, khususnya dalam menyambut bulan suci Ramadan.

Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kabupaten Aceh Barat bersama DWP unit lingkup Pemerintah Kabupaten Aceh Barat menyalurkan bantuan sosial (bansos) ke Panti SOS Gampong Aneuk (Children’s Village) Meulaboh, Rabu, 11 Maret 2026. Foto RRI/ Irhamsyah

“Tujuannya adalah untuk memuliakan anak-anak kami yang ada di panti asuhan ini dalam bulan Ramadan. Kami hadir di sini membawa bantuan berupa bahan pokok untuk membantu memenuhi kebutuhan operasional di panti,” kata Ny. Cut Zulfahnur.

Ia menjelaskan bantuan yang disalurkan antara lain berupa beras, minyak goreng, telur, wafer, sirup serta berbagai makanan ringan. Selain itu, para pengurus dan anggota DWP juga memberikan donasi berupa uang yang dibagikan kepada masing-masing anak serta jajanan untuk berbuka puasa bersama.

“Selain bantuan kebutuhan pokok, ada juga donasi dari para ketua DWP berupa uang dan jajanan untuk berbuka puasa. Kami juga menyalurkan zakat dan sedekah dari harta pribadi dalam bentuk sarung untuk anak laki-laki dan mukena bagi anak perempuan,” ujarnya.

Tidak hanya penyerahan bantuan sosial, kegiatan tersebut juga diisi dengan sesi kebersamaan dan penguatan psikologis bagi anak-anak. DWP Aceh Barat menghadirkan psikolog dari Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A) Aceh Barat, Siti Zubaidah, untuk memberikan motivasi serta dukungan mental kepada anak-anak yang tinggal di panti tersebut.

DWP Aceh Barat menghadirkan psikolog dari Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A) Aceh Barat, Siti Zubaidah, untuk memberikan motivasi serta dukungan mental kepada anak-anak yang tinggal di panti tersebut, Rabu, 11 Maret 2026. Foto RRI/ Irhamsyah

“Kita juga menghadirkan psikolog dari DP3A Aceh Barat untuk memberikan penguatan mental dan motivasi kepada anak-anak di panti SOS ini, sehingga mereka tetap semangat menjalani kehidupan dan meraih masa depan yang lebih baik,” katanya menambahkan.

Ny. Cut Zulfahnur berharap kegiatan yang dilaksanakan oleh DWP Aceh Barat tersebut dapat memberikan dampak nyata bagi masyarakat serta memperkuat peran organisasi dalam kegiatan sosial dan kemasyarakatan.

Sementara itu, Kepala Panti SOS Children’s Village Meulaboh, Andi Saputra menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih kepada Dharma Wanita Persatuan Aceh Barat atas perhatian dan bantuan yang diberikan kepada anak-anak di panti tersebut.

“Kami para karyawan dan anak-anak sangat senang atas kunjungan ini. Terima kasih sebesar-besarnya kami ucapkan atas bantuan yang diberikan, karena ini sangat bermanfaat bagi anak-anak kami di sini,” katanya.

Ia menjelaskan, saat ini SOS Children’s Village Meulaboh menampung sekitar 60 anak dengan dukungan sembilan pengasuh serta 12 orang pengurus yang membantu pengelolaan panti.

Plt Ketua Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kabupaten Aceh Barat , Ny. Cut Zulfahnur Syafitri Kurdi menyebut ahkan secara simbolis baksos kepada kepala Panti SOS Gampong Aneuk (Children’s Village) Meulaboh, Rabu, 11 Maret 2026. Foto RRI/ Irhamsyah

Menurutnya, jumlah anak asuh di panti tersebut cenderung berkurang dalam beberapa tahun terakhir karena pihak pengelola sementara menghentikan penerimaan anak baru, sebagian anak telah mandiri, serta ada yang kembali ke keluarga masing-masing.

“Untuk saat ini kami menghentikan sementara penerimaan anak baru. Beberapa anak juga sudah mandiri dan ada yang kembali kepada orang tua mereka,” jelas Andi.

Ia menambahkan, saat ini rumah-rumah yang masih aktif di lingkungan SOS Children’s Village Meulaboh dihuni oleh anak-anak dengan jumlah yang bervariasi, antara tiga hingga enam orang dalam setiap rumah.

Rekomendasi Berita