Bangkit, Bersama DWP Aceh Barat Pascabencana

  • 23 Des 2025 22:51 WIB
  •  Meulaboh

KBRN, Meulaboh: Hujan deras yang mengguyur wilayah pedalaman Aceh Barat beberapa waktu lalu meninggalkan jejak luka yang belum sepenuhnya mengering di Desa Keutambang, Kecamatan Pante Ceureumen. Banjir bandang disertai longsor tak hanya merusak rumah dan kebun warga, tetapi juga menyisakan trauma, terutama bagi perempuan dan anak-anak yang menjadi kelompok paling rentan dalam setiap bencana.

Di tengah suasana pascabencana yang masih menyelimuti desa, langkah-langkah penuh empati datang dari Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kabupaten Aceh Barat. Pada Selasa (23/12/2025), DWP kembali menggelar kegiatan Peduli Bencana, menghadirkan bukan hanya bantuan logistik, tetapi juga kehadiran yang menenangkan—hadir untuk mendengar, membersamai, dan menguatkan.

Kehadiran rombongan DWP Aceh Barat kali ini terasa istimewa. Kegiatan tersebut turut dihadiri oleh Ny Afrinda Novalia Tarmizi dan Ny Lisa Nazmi Said Fadheil selaku Pembina DWP Kabupaten Aceh Barat. Sejak tiba di lokasi, mereka langsung menyapa warga, memeluk para ibu, serta mengajak anak-anak tersenyum di tengah situasi yang masih sulit.

Ny Afrinda Novalia Tarmizi menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan wujud nyata kepedulian DWP Aceh Barat terhadap masyarakat yang terdampak banjir bandang dan longsor di wilayah tersebut. Menurutnya, kehadiran DWP bukan sekadar seremonial, melainkan upaya untuk memastikan warga tidak merasa sendirian dalam menghadapi cobaan berat ini.

“Kami hadir di sini untuk membersamai mereka, agar masyarakat dan anak-anak di Desa Keutambang tidak merasa sendirian. Kami membawa bantuan berupa sembako dan berbagai kebutuhan masyarakat, serta kami juga membawakan psikolog,” ujar Afrinda dengan suara penuh empati.

Bagi warga, terutama para perempuan, pertemuan dengan sesama perempuan dalam suasana kepedulian seperti ini menjadi pengalaman yang sangat berkesan. Para ibu saling berbagi cerita tentang detik-detik banjir datang, tentang anak-anak yang ketakutan, dan tentang kekhawatiran akan masa depan. Dalam ruang kebersamaan itu, air mata jatuh, namun perlahan berubah menjadi kekuatan.

DWP Aceh Barat secara khusus menghadirkan tenaga psikolog untuk memberikan pendampingan psikososial dan trauma healing. Tujuannya jelas, membantu masyarakat dan anak-anak korban bencana agar dapat pulih secara mental dan emosional, sehingga tidak terjebak dalam trauma berkepanjangan.

“Tujuan kami membawa psikolog adalah untuk membantu masyarakat maupun anak-anak korban bencana agar dapat segera pulih tanpa trauma, sehingga mereka bisa kembali beraktivitas seperti biasa,” jelas Afrinda.

Selain pendampingan psikologis, DWP Aceh Barat juga membuka layanan pengobatan gratis bagi warga. Akses menuju fasilitas kesehatan seperti Puskesmas yang cukup jauh menjadi salah satu kendala utama bagi masyarakat Desa Keutambang, terlebih di kondisi pascabencana.

“Kami juga mengadakan pengobatan gratis. Mungkin bagi masyarakat di sini jarak ke Puskesmas cukup jauh, maka dengan hadirnya kami, setidaknya dapat membantu pengobatan bagi warga,” tambahnya.

Sementara itu, Ketua DWP Kabupaten Aceh Barat, Cut Zulfahnur Syafitri, menegaskan bahwa kegiatan Peduli Bencana ini mencerminkan kepekaan dan kepedulian DWP terhadap musibah yang terjadi di Aceh Barat. Ia menyebut, solidaritas menjadi kekuatan utama dalam membantu masyarakat bangkit dari keterpurukan.

“Bantuan logistik yang kami berikan merupakan hasil urunan dari ibu-ibu DWP unit maupun SKPK. Selain itu, kami juga mendapat dukungan dari BPBD Aceh Barat serta Dinas PUPR Aceh Barat,” ungkap Zulfahnur.

Menurutnya, kolaborasi lintas instansi ini menjadi bukti bahwa penanganan bencana tidak bisa dilakukan sendiri, melainkan membutuhkan sinergi dan kepedulian bersama.

Lebih dari sekadar bantuan materi, Zulfahnur berharap kehadiran DWP Aceh Barat dapat membawa dampak positif secara psikologis bagi masyarakat dan anak-anak yang terdampak bencana.

“Kami berharap kegiatan DWP Peduli Bencana ini dapat menjadi penyemangat bagi masyarakat dan anak-anak di Desa Keutambang untuk terus bangkit dan menata kembali kehidupan mereka,” tutupnya.

Di Desa Keutambang, kepedulian itu hadir lewat sentuhan perempuan untuk perempuan. Dari pelukan hangat, senyum yang perlahan kembali merekah, hingga harapan yang dirajut bersama, DWP Aceh Barat membuktikan bahwa di balik setiap bencana, selalu ada kekuatan kemanusiaan yang mampu menyembuhkan luka

Pada kesempatan ini, Kepala RRI Meulaboh Wenny Zulianti, SH, MH dan Ketua DWP Persatuan RRI Meulaboh, Hanim, juga turut serta. Mengantarkan bantuan kasih kaum wanita kepada korban banjir.

Meskipun dalam durasi kegiatan tidak begitu panjang, namun berkesan. Pertemuan antar sesama kaum perempuan bisa saling berbagi dan bercerita di tengah bencana.

Rekomendasi Berita