Pelaku UMKM Diminta Perbaiki Pembukuan dan Kemasan Produk agar Naik Kelas

  • 11 Mar 2026 12:42 WIB
  •  Meulaboh

RRI.CO.ID, Meulaboh: Pelaku Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) didorong untuk terus meningkatkan kualitas usaha agar mampu bersaing di pasar modern hingga nasional. Upaya peningkatan kualitas dinilai penting agar produk lokal memiliki daya saing yang lebih kuat di tengah persaingan usaha yang semakin ketat.

Secara nasional, sektor UMKM merupakan tulang punggung perekonomian Indonesia. Jumlah UMKM di Indonesia tercatat mencapai sekitar 65 juta unit usaha yang menyerap lebih dari 119 juta tenaga kerja.

Selain menyerap tenaga kerja dalam jumlah besar, UMKM juga memberikan kontribusi signifikan terhadap perekonomian nasional. Sektor ini menyumbang sekitar 61 persen terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) Indonesia, sehingga menjadi salah satu penggerak utama pertumbuhan ekonomi.

Helgian Pranata selaku CEO Rumah BUMN Medan mengatakan, salah satu kendala utama yang masih dihadapi banyak pelaku UMKM adalah belum tertibnya pencatatan keuangan serta kurangnya inovasi pada kemasan produk.

“Masih banyak pelaku UMKM mencampur keuangan pribadi dengan usaha. Padahal pembukuan sangat penting, terutama jika ingin mengakses permodalan dari bank,” ujarnya.

Ia menjelaskan, lembaga keuangan biasanya menjadikan laporan keuangan sebagai dasar dalam menilai kelayakan usaha sebelum memberikan pembiayaan kepada pelaku usaha.

Selain pembukuan, Helgian juga menekankan pentingnya inovasi pada kemasan produk. Menurutnya, kemasan yang menarik dapat meningkatkan daya tarik konsumen dan memperluas peluang pemasaran.

“Misalnya produk kue khas daerah, jangan hanya dikemas plastik biasa. Buat kemasan yang lebih menarik dan informatif agar memiliki nilai jual lebih tinggi,” katanya. Dia juga mengajak pelaku UMKM untuk bergabung dengan komunitas usaha agar memperoleh akses pelatihan, pembinaan, serta peluang pemasaran yang lebih luas hingga tingkat nasional.

Kata Kunci / Tags

Rekomendasi Berita