Program Simpan Pinjam Flower Aceh Perkuat Kemandirian Ekonomi Perempuan Desa
- 12 Mar 2026 11:26 WIB
- Meulaboh
RRI.CO.ID, Meulaboh - Flower Aceh memperkuat kemandirian ekonomi perempuan di desa melalui pembentukan kelompok simpan pinjam berbasis komunitas. Kelompok tersebut dikelola secara mandiri oleh para anggota untuk mendukung kegiatan usaha mereka.
Staf lapangan Flower Aceh, Nurbaiti, mengatakan program tersebut dijalankan di sejumlah desa dampingan. Salah satu wilayah pelaksanaannya berada di Kabupaten Aceh Tamiang.
“Kelompok perempuan yang kami dampingi mengelola tabungan bersama,” ujarnya dalam dialog di RRI, Senin 9 Maret 2026. Ia menjelaskan dari tabungan tersebut para anggota dapat melakukan pinjaman untuk kebutuhan usaha.
Nurbaiti menjelaskan setiap anggota diwajibkan menabung minimal Rp10 ribu sebagai simpanan wajib. Sementara simpanan sukarela dapat disesuaikan dengan kemampuan masing-masing anggota.
Menurutnya sistem tersebut bertujuan membangun kemandirian ekonomi perempuan. Program ini juga mendorong anggota agar tidak bergantung pada bantuan modal dari luar.
“Kami tidak memberikan modal usaha secara langsung,” kata Nurbaiti. Ia menambahkan anggota justru didorong menabung terlebih dahulu selama beberapa bulan sebelum dapat meminjam.
Selain penguatan ekonomi, kelompok perempuan tersebut juga menjadi ruang diskusi berbagai isu sosial. Diskusi tersebut mencakup pencegahan pernikahan anak, pembangunan desa hingga peningkatan kapasitas perempuan.
Flower Aceh juga melibatkan perempuan dari berbagai kelompok usia dalam kegiatan tersebut. Peserta mulai dari remaja hingga lansia agar seluruh lapisan masyarakat dapat berpartisipasi.
Nurbaiti mengakui pada tahap awal program ini sempat menghadapi sejumlah tantangan. Hal itu terjadi karena sebagian masyarakat terbiasa dengan sistem pinjaman cepat dari lembaga lain.
“Di awal banyak yang ingin langsung meminjam,” katanya. Padahal konsep yang dibangun adalah menumbuhkan kebiasaan menabung terlebih dahulu agar kelompok benar-benar mandiri.
Saat ini kelompok perempuan yang terbentuk di desa-desa dampingan mulai menunjukkan perkembangan positif. Hal tersebut terlihat dari meningkatnya partisipasi anggota serta kemampuan ekonomi mereka.
Flower Aceh berharap program tersebut dapat memperkuat posisi perempuan dalam keluarga dan masyarakat. Program ini juga diharapkan mendorong pembangunan desa yang lebih inklusif.