Gagal Panen Hantui Sebagian Petani Lahan Tadah Hujan
- 10 Mar 2026 11:55 WIB
- Meulaboh
RRI.CO.ID,Meulaboh- Sejumlah petani padi di kawasan Desa Pasie Jambu, Kecamatan Kaway XVI, Aceh Barat, kini mulai dilanda kekhawatiran besar. Pasalnya, sebagian lahan sawah tadah hujan di wilayah tersebut terancam mengalami gagal panen akibat pasokan air yang kian menipis seiring jarangnya turun hujan dalam beberapa pekan terakhir.
Kondisi tanah di area persawahan Pasie Jambu mulai mengeringk, menyebabkan pertumbuhan bulir padi menjadi tidak maksimal atau buahnya tidak berisi dan padat Para petani yang sepenuhnya bergantung pada curah hujan untuk irigasi sawah mereka kini hanya bisa pasrah melihat tanaman padi yang mulai menguning sebelum waktunya akibat kekeringan yang melanda.
Salah seorang petani pasie jambu kepada RRI mengungkapkan bahwa biaya produksi yang telah dikeluarkan, mulai dari pembibitan hingga pemupukan, terancam tidak kembali. Meski kawasan Aceh Barat secara umum memiliki tanah yang subur, namun ketergantungan pada pola cuaca membuat lahan tadah hujan sangat rentan terhadap fluktuasi iklim yang tidak menentu.
Kekhawatiran gagal panen ini tidak hanya berdampak pada kerugian materi bagi petani, tetapi juga berpotensi mengganggu stabilitas stok gabah di tingkat lokal. Walaupun tidak setiap tahunnya mengalami gagal panen namun apabila petani terlambat sedikit saja menanam kegagalan panne pasti menghantui mereka.
Warga berharap adanya solusi jangka panjang, seperti adanya pembangunan infrastruktur irigasi yang lebih memadai, agar lahan produktif di Pasie Jambu tidak lagi bergantung sepenuhnya pada air hujan.
Hingga saat ini, para petani masih berupaya menyelamatkan sisa tanaman yang ada dengan sumber air seadanya. Jika hujan tidak kunjung turun dalam waktu dekat, diprediksi luasan lahan yang mengalami gagal panen di kawasan tersebut akan terus bertambah, yang tentunya akan memukul ekonomi rumah tangga para petani setempat.