Penipuan Online Merauke Banyak Libatkan Pelaku Luar Daerah
- 26 Agt 2026 13:47 WIB
- Merauke
RRI.CO.ID, Merauke : Kasubsi Penmas Sihumas Polres Merauke mengatakan, pelaku penipuan melalui media sosial biasanya terlebih dahulu mempelajari calon korbannya sebelum menjalankan aksinya.Untuk itu masyarakat perlu bijak dalam menggunakan media social.
Ipda. Chalton P Watori,S.Sos Kasubsi Penmas Sihumas Polres Merauke menjelaskan pelaku akan mencari tahu kelebihan dan kekurangan calon korban untuk menentukan pendekatan yang paling mudah digunakan. Salah satu celah yang dapat dimanfaatkan adalah ketidakpahaman korban terhadap penggunaan media sosial dan keamanan digital.
“Faktor yang paling utama, dia sudah mencari tahu dulu calon korbannya ini kelebihan dan kekurangannya di mana.”ujar Ipda Chalton saat dialog di RRI merauke. rabu 26 agustus 2026
| Baca juga: Polisi Dalami Maraknya Kasus Jambret Merauke |
Ipda Chalton menjelaskan, apabila pelaku berhasil ditemukan, pihak kepolisian akan berupaya mengungkap kasus sesuai wilayah dan alat bukti yang tersedia. Pihak kepolisian juga akan berupaya menelusuri aliran uang yang telah diberikan korban serta memproses pelaku sesuai ketentuan hukum apabila unsur pidana terpenuhi.
Ia mengatakan, proses pengungkapan kasus penipuan online membutuhkan waktu karena petugas harus melakukan penelusuran terhadap pelaku dan berbagai informasi yang berkaitan dengan kasus tersebut. Apabila pelaku berada di wilayah yang sama, proses pencarian dan pengungkapan perkara dapat dilakukan lebih cepat dibandingkan apabila pelaku berada di luar daerah.
Untuk wilayah Merauke, ia mengatakan terdapat penipuan yang dilakukan secara langsung maupun melalui media digital.Penipuan secara langsung yang ditemukan antara lain berkaitan dengan penawaran barang maupun dokumen tertentu yang tidak sesuai dengan kenyataan.
| Baca juga: Polisi Ajak Warga Jaga Objek Vital |
Sementara itu, untuk penipuan yang dilakukan melalui media sosial, pelaku tidak selalu berada di wilayah Merauke.Sejumlah pelaku dapat berada di luar wilayah Papua Selatan, bahkan sampai ke wilayah Sumatera.
Chalton juga mengingatkan masyarakat agar berhati-hati ketika menyerahkan data pribadi melalui media sosial maupun layanan digital. Data seperti KTP, foto pribadi, maupun informasi identitas lainnya dapat disalahgunakan oleh pihak yang tidak bertanggung jawab.
Ia menjelaskan, korban penipuan tidak hanya mengalami kerugian secara finansial, tetapi juga dapat menghadapi tekanan psikologis setelah mengalami kejadian tersebut.Tekanan tersebut dapat membuat korban mengalami stres hingga frustrasi dan pada akhirnya enggan menceritakan permasalahan yang dialaminya.
Karena itu, masyarakat yang mengalami kerugian akibat penipuan diimbau tidak menutup diri dan segera meminta bantuan kepada keluarga maupun melaporkan kejadian kepada pihak kepolisian. Pihak keluarga juga diharapkan memberikan dukungan kepada korban agar proses penanganan dapat dilakukan dan korban tidak menghadapi persoalan tersebut seorang diri.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....