Kader Kesehatan Perkuat Kesadaran Masyarakat

  • 24 Agt 2026 09:49 WIB
  •  Merauke

RRI.CO.ID,Merauke : Peran kader kesehatan menjadi salah satu ujung tombak dalam meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya menjaga kesehatan di Provinsi Papua Selatan. Pemerintah daerah terus memperkuat kapasitas kader melalui pelatihan agar mampu memberikan edukasi dan pendampingan kepada masyarakat.

Hal tersebut disampaikan Waluyo, S.Kep., Ners, Kepala Seksi Promosi Kesehatan, Pemberdayaan Masyarakat dan Kesehatan Lingkungan, dalam Dialog Interaktif Papua Selatan Sehat di RRI Merauke,

Waluyo mengatakan, para kader telah dibekali 25 keterampilan dasar kader sebagai bagian dari upaya memperkuat pelayanan kesehatan berbasis masyarakat. Namun, pelatihan tersebut belum diberikan kepada seluruh kader karena pelaksanaannya dilakukan secara bertahap.

Program pelatihan kader tersebut mulai dilaksanakan sejak 2023. Pemerintah terus melanjutkan pelatihan secara bertahap untuk meningkatkan kemampuan kader dalam membangkitkan kesadaran masyarakat terhadap pelayanan dan perilaku hidup sehat.

“Ini baru dimulai tahun 2023, jadi kami bertahap untuk melatih kader-kader kami agar dapat membangkitkan kesadaran masyarakat untuk layanan kesehatan.”Ungkapnya.saat dialog di RRI merauke.

Keterlibatan masyarakat dalam program kesehatan juga dinilai mulai menunjukkan perkembangan positif. Salah satu kegiatan yang mendapat perhatian masyarakat adalah program Cek Kesehatan Gratis yang menjadi bagian dari upaya Gerakan Masyarakat Hidup Sehat atau Germas.

Menurut Waluyo, hingga 2026 pelaksanaan Cek Kesehatan Gratis telah menjangkau sekitar 60 ribu penduduk. Program tersebut juga telah dilaksanakan di seluruh Puskesmas dan distrik yang ada di Papua Selatan.

Ia menilai capaian tersebut menunjukkan mulai tumbuhnya kesadaran masyarakat untuk memanfaatkan layanan kesehatan. Keterlibatan masyarakat menjadi bagian penting dalam upaya pencegahan dan penanganan masalah kesehatan sejak tingkat keluarga.

Selain memberikan pelayanan di Posyandu, kader juga didorong melakukan kunjungan rumah melalui penerapan integrasi layanan primer. Kunjungan tersebut dilakukan untuk memastikan masyarakat yang membutuhkan pelayanan tidak terlewatkan.

“Kader selain pelayanan Posyandu yang sebulan sekali, dengan adanya integrasi layanan primer kita harapkan juga melakukan kunjungan rumah.”Ujarnya.

Kunjungan rumah dapat dilakukan secara rutin maupun berdasarkan kondisi tertentu. Salah satunya ketika terdapat masyarakat yang tidak hadir dalam kegiatan Posyandu dan membutuhkan perhatian dari kader kesehatan.

Kader juga berperan dalam menemukan dan melaporkan berbagai persoalan kesehatan yang dijumpai di masyarakat. Kasus tersebut antara lain berkaitan dengan gizi, stunting, tuberkulosis, hingga persoalan kesehatan remaja.

“Ketika di pelayanan Posyandu ditemukan kasus kurang gizi, stunting, kasus TB, atau remaja yang mungkin depresi, kita harapkan kader memberikan penyuluhan setelah dibekali dengan pelatihan.”

Setiap temuan dari kader kemudian dicatat dan dilaporkan kepada pihak terkait untuk mendapatkan tindak lanjut. Mekanisme tersebut diharapkan dapat mempercepat penanganan persoalan kesehatan sesuai dengan kondisi masyarakat.

Melalui penguatan kapasitas kader, kunjungan rumah, Posyandu, serta pemanfaatan layanan kesehatan, Dinas Kesehatan Papua Selatan mendorong masyarakat tidak hanya menjadi penerima pelayanan, tetapi juga terlibat aktif dalam menjaga kesehatan di lingkungan masing-masing.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....