Kesehatan Ibu Anak Masih Jadi Tantangan
- 24 Agt 2026 09:37 WIB
- Merauke
RRI.CO.ID, Merauke : Persoalan kesehatan ibu dan anak masih menjadi tantangan bagi Pemerintah Provinsi Papua Selatan. Tingginya angka kematian ibu dan angka stunting menjadi perhatian dalam upaya meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat.
Hal tersebut disampaikan Waluyo, S.Kep., Ners, Kasie Promosi Kesehatan, Pemberdayaan Masyarakat dan Kesehatan Lingkungan, dalam Dialog Interaktif Papua Selatan Sehat di RRI Merauke.
Waluyo mengatakan, kondisi kesehatan ibu dan anak membutuhkan perhatian serius karena angka kematian ibu di Papua Selatan masih tergolong tinggi. Selain itu, persoalan stunting juga masih menjadi tantangan dibandingkan sejumlah daerah lainnya.
Ia menambahkan, persoalan stunting juga masih menjadi pekerjaan rumah yang perlu ditangani secara bersama. Pemerintah terus membangun sistem pelayanan agar upaya pencegahan dapat menjangkau masyarakat hingga tingkat kampung dan dusun.
Menurutnya, pemerintah provinsi tidak dapat menjangkau masyarakat secara langsung hingga seluruh wilayah dusun. Karena itu, sistem pelayanan kesehatan diperkuat melalui Posyandu sebagai salah satu ujung tombak pelayanan berbasis masyarakat.
“Kami membangun sistem. Kalau kami di provinsi tidak bisa menjangkau langsung sampai masyarakat di tingkat dusun-dusun, jadi kita bangun sistem itu melalui Posyandu.”Ujarnya saat dialog di RRI merauke.
Posyandu memiliki peran dalam mendukung pelayanan kesehatan ibu dan anak. Kegiatan yang dilakukan antara lain imunisasi anak, pemberian makanan tambahan, serta upaya promotif dan preventif bagi ibu dan anak.
Selain Posyandu, Puskesmas Pembantu atau Pustu juga menjadi bagian penting dalam mendekatkan pelayanan kesehatan kepada masyarakat. Fasilitas tersebut dapat membantu memberikan pelayanan dasar, termasuk pemeriksaan kesehatan bagi ibu hamil.
Waluyo menuturkan, pemeriksaan kehamilan perlu dilakukan sesuai standar pelayanan yang ditetapkan. Ibu hamil juga diarahkan ke Puskesmas untuk mendapatkan pemeriksaan lebih lanjut, termasuk pemeriksaan menggunakan ultrasonografi atau USG. ketersediaan USG di tingkat Puskesmas menjadi salah satu upaya untuk mendeteksi risiko kehamilan dan persalinan sejak dini. Dengan deteksi tersebut, risiko yang dapat membahayakan ibu maupun bayi diharapkan dapat diantisipasi.
“Sekarang sudah sampai di tingkat-tingkat Puskesmas sudah ada USG. Ketika ada risiko persalinan yang membahayakan, itu bisa diantisipasi.”Ujarnya
Selain memperkuat fasilitas kesehatan, dukungan masyarakat dan pemerintah di tingkat kampung juga dinilai penting. Salah satu bentuk dukungan tersebut adalah penyediaan transportasi untuk mempercepat akses masyarakat ketika membutuhkan pelayanan kesehatan.
Keberadaan ambulans desa diharapkan dapat membantu masyarakat yang mengalami kondisi darurat agar lebih cepat mendapatkan pertolongan. Upaya tersebut menjadi bagian dari sistem pelayanan yang menghubungkan masyarakat dengan fasilitas kesehatan.
Berbagai upaya tersebut dilakukan untuk memperkuat pelayanan kesehatan ibu dan anak sekaligus meningkatkan akses masyarakat terhadap layanan kesehatan. Penguatan Posyandu, Pustu, Puskesmas, pemeriksaan kehamilan, USG, hingga dukungan ambulans desa menjadi bagian dari upaya membangun sistem pelayanan kesehatan yang lebih dekat dengan masyarakat.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....