Mangku Gede Dwiyono: Vasudhaiva Kutumbakam Perkuat Harmoni Bangsa

  • 01 Apr 2026 13:20 WIB
  •  Merauke

RRI.CO.ID, Merauke : Penyuluh Agama Hindu Kantor Kementerian Agama Kabupaten Merauke, Mangku Gede Dwiyono, menyampaikan pesan kebersamaan dalam program Mutiara Pagi, Senin 30 Maret 2026. Tema yang diangkat adalah “Vasudhaiva Kutumbakam” yang menekankan persaudaraan universal.

Dalam renungan tersebut, ia mengajak umat untuk mensyukuri anugerah Tuhan serta menjadikan ajaran agama sebagai pedoman hidup. Ia menegaskan pentingnya menjaga pikiran yang baik agar tercipta kehidupan harmonis.

Tema Nyepi Nasional 2026, lanjutnya, mengusung semangat “Satu Bumi, Satu Keluarga” yang mencerminkan nilai toleransi dan persatuan. Momentum ini dinilai relevan dalam memperkuat kebersamaan di tengah keberagaman masyarakat Indonesia.

Perayaan Nyepi tahun ini memiliki makna khusus karena berdekatan dengan perayaan Idulfitri 1447 Hijriah. Kondisi tersebut menjadi simbol nyata harmoni antarumat beragama yang harus terus dijaga.

Mangku Gede Dwiyono menjelaskan, umat Hindu menjalankan Catur Brata Penyepian sebagai bentuk pengendalian diri dan refleksi spiritual. Keheningan Nyepi menjadi sarana menjaga keseimbangan antara manusia, alam, dan Sang Pencipta.

Di sisi lain, umat Muslim merayakan malam takbiran dengan penuh suka cita. Kedua perayaan ini dinilai memiliki nilai moral yang saling melengkapi, yakni pengendalian diri dan rasa syukur.

Lebih lanjut, ia menekankan bahwa semangat Vasudhaiva Kutumbakam harus diwujudkan dalam kehidupan sehari-hari. Nilai tersebut mengajarkan bahwa seluruh manusia adalah satu keluarga besar yang hidup di bumi yang sama.

Ia juga mendorong terciptanya lingkungan keagamaan yang inklusif, termasuk pura yang ramah anak, lansia, dan penyandang disabilitas. Hal ini menjadi bagian dari upaya membangun kehidupan yang harmonis dan damai.

Momentum Nyepi, menurutnya, harus dimanfaatkan untuk memperkuat persaudaraan lintas iman. Ia mengingatkan bahwa perbedaan bukanlah penghalang, melainkan kekuatan untuk mempererat persatuan bangsa.

Di akhir renungannya, ia berharap nilai-nilai kasih sayang, toleransi, dan persaudaraan terus tumbuh dalam kehidupan bermasyarakat. Dengan demikian, harmoni dan kedamaian dapat terwujud secara berkelanjutan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....