Makna Nyepi Tahun Baru Saka 1948
- 16 Mar 2026 08:46 WIB
- Merauke
RRI.CO.ID, Merauke : Penyuluh Agama Hindu Kantor Kementerian Agama Kabupaten Merauke, Mangku Gede Dwiyono, mengajak umat Hindu memaknai Hari Raya Nyepi. Ini sebagai momentum refleksi diri dan penyucian batin dalam acara Mutiara Pagi di RRI Merauke, Senin 16 Maret 2026.
Dalam renungannya, ia menjelaskan bahwa Hari Raya Nyepi Tahun Baru Saka 1948 yang pada 19 Maret 2026 bukan sekadar pergantian kalender. Melainkan momen spiritual bagi umat Hindu untuk berhenti sejenak dari kesibukan kehidupan dan menyelaraskan diri dengan alam semesta.
| Baca juga: Pemkab Dukung Penguatan APKASINDO Merauke |
Menurutnya, makna Nyepi sangat dalam karena mengajarkan umat untuk melakukan introspeksi diri melalui keheningan, meditasi. Selain itu merupakan pengendalian pikiran, perkataan, dan perbuatan.
Ia juga menyampaikan bahwa rangkaian Nyepi diawali dengan upacara Melasti, dilanjutkan Tawur Agung Kesanga. Selanjutnya pelaksanaan Catur Brata Penyepian, dan diakhiri dengan Ngembak Geni sebagai simbol mempererat keharmonisan antarsesama.
| Baca juga: Permintaan Sapi Kurban Alami Penurunan |
Dalam konteks kehidupan modern, pesan Nyepi dinilai tetap relevan karena manusia membutuhkan waktu jeda dari berbagai kesibukan dan kebisingan digital yang terus menerus hadir dalam kehidupan sehari-hari. Melalui pelaksanaan Catur Brata Penyepian, umat Hindu diajak mengendalikan diri dengan tidak menyalakan api, tidak bersenang-senang, tidak bepergian, serta tidak bekerja, sehingga dapat lebih fokus pada perenungan spiritual.
Di akhir renungannya, Mangku Gede Dwiyono mengharapkan momentum Nyepi dapat membawa kedamaian, kesadaran baru. Serta memperkuat nilai kebersamaan dan keharmonisan dalam kehidupan masyarakat.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....