H. Mardianto : Detoks Hati

  • 16 Mar 2026 07:13 WIB
  •  Merauke

RRI.CO.ID, Merauke : Renungan berbuka puasa yang disiarkan melalui Radio Republik Indonesia Pro 1 Merauke pada Kamis 12 Maret 2026 mengangkat tema penting tentang Detoks hati : menjaga kebersihan hati dari penyakit iri, dengki, dan sombong. Materi tersebut disampaikan oleh H. Mardianto, S.Pd., M.Pfis kepada para pendengar menjelang waktu berbuka puasa.

Dalam renungannya, ia menjelaskan bahwa hati memiliki peran sentral dalam kehidupan manusia. Hati menjadi pusat kesadaran, emosi, serta spiritualitas yang menentukan baik buruknya perilaku seseorang dalam kehidupan sehari-hari.

Ia mengutip sebuah hadits Rasulullah SAW yang diriwayatkan oleh Bukhari dan Muslim tentang pentingnya menjaga hati agar tetap bersih dan terhindar dari berbagai penyakit batin. “Ingatlah sesungguhnya di dalam jasad itu ada segumpal daging. Jika ia baik, maka seluruh jasad akan ikut baik. Jika ia rusak, maka seluruh jasad akan ikut rusak. Ingatlah segumpal daging itu adalah hati.”

Menurutnya, hati yang bersih menjadi kunci utama dalam meraih kebahagiaan hidup serta keselamatan di akhirat. Hal tersebut juga sejalan dengan firman Allah SWT dalam Al-Qur’an yang menjelaskan bahwa harta dan anak tidak lagi bermanfaat pada hari kiamat kecuali bagi orang yang datang kepada Allah dengan hati yang bersih.

H. Mardianto juga mengingatkan bahwa dalam kehidupan sehari-hari manusia sering dihadapkan pada berbagai godaan yang dapat mengotori hati, seperti rasa iri, dengki, dan kesombongan. Penyakit hati tersebut tidak hanya merusak hubungan antar sesama manusia, tetapi juga dapat menjauhkan seseorang dari Allah SWT.

Lebih lanjut dijelaskan bahwa salah satu cara menjaga hati adalah dengan meningkatkan ketakwaan kepada Allah. Selain itu, umat Islam dianjurkan memperbanyak dzikir agar hati tetap tenang serta terlindungi dari bisikan yang menyesatkan.

Ia juga menekankan pentingnya sedekah sebagai salah satu amalan yang mampu membersihkan hati dari sifat kikir dan egois. Selain bersedekah, sikap bersyukur atas nikmat yang diberikan Allah juga dinilai penting untuk menghindarkan diri dari rasa iri terhadap orang lain. Dengan bersyukur, seseorang akan memandang kehidupan secara lebih positif dan menerima ketetapan rezeki yang telah diberikan Allah SWT.

Di akhir renungan, H. Mardianto mengajak umat Islam untuk menjadikan momentum Ramadan sebagai waktu untuk bermuhasabah dan memperbaiki diri. Selain itu menjadi dasar utama dalam menjaga kebersihan hati agar hidup menjadi lebih tenang dan penuh keberkahan.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....