Batasan Pergaulan dan Menjaga Kehormatan Muslim
- 16 Mar 2026 06:09 WIB
- Merauke
RRI.CO.ID, Merauke : Dalam renungan berbuka puasa Pro 1 RRI Merauke, Senin 09 Maret 2026, Dr. Fauzun Nihayah, S.H.I., M.H menyampaikan pentingnya memahami fikih pergaulan antara wanita dan pria dalam Islam sebagai upaya menjaga kehormatan diri di tengah tantangan zaman modern.
Dr. Fauzun menjelaskan bahwa Islam memuliakan laki-laki dan perempuan dengan ukuran kemuliaan yang sama, yaitu ketakwaan kepada Allah. Karena itu, aturan pergaulan dalam Islam bukanlah bentuk pembatasan yang mengekang, tetapi upaya menjaga martabat manusia.
Dalam renungannyanya, Dr. Fauzun juga menekankan pentingnya menundukkan pandangan sebagai langkah awal menjaga hati dari dorongan yang dapat menjerumuskan pada perbuatan yang dilarang.
“Islam datang bukan untuk mengekang manusia, tetapi untuk menjaga kemuliaan dan kehormatannya. Perintah menundukkan pandangan berlaku bagi laki-laki dan perempuan sebagai pintu pertama menjaga hati,” ujar Dr. Fauzun.
Ia menambahkan bahwa Islam tidak hanya melarang zina, tetapi juga melarang segala hal yang mendekati perbuatan tersebut, termasuk hubungan yang melampaui batas dalam pergaulan sehari-hari. Selain itu, menjaga aurat dan etika berpakaian juga menjadi bagian penting dalam menjaga kehormatan diri, baik bagi perempuan maupun laki-laki.
Di era digital, Fauzun juga mengingatkan agar umat Islam menjaga lisan dan komunikasi, termasuk melalui media sosial, pesan singkat, maupun bentuk komunikasi daring lainnya. Ia menegaskan bahwa rasa malu merupakan bagian dari iman yang harus dijaga oleh setiap muslim agar tidak mudah melanggar batasan syariat.
Menurutnya, bulan Ramadhan menjadi momentum yang tepat untuk melatih pengendalian diri, termasuk dalam menjaga pandangan, perilaku, dan pergaulan. Ia juga mengingatkan bahwa pelanggaran batasan pergaulan dapat menimbulkan berbagai dampak sosial, mulai dari rusaknya hubungan keluarga hingga hilangnya keberkahan hidup.
Diakhir renungannya, Dr. Fauzun mengajak umat Islam untuk memperbanyak ibadah, membatasi interaksi yang tidak perlu, menghindari khalwat,. Selain itu dapat memilih lingkungan pergaulan yang baik, serta mempertimbangkan pernikahan bagi yang telah mampu.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....