ASI Eksklusif Papua Selatan Belum Optimal
- 07 Agt 2026 14:24 WIB
- Merauke
RRI.CO.ID,Merauke : perwakilan Dinas Kesehatan Provinsi Papua Selatan menyampaikan bahwa cakupan pemberian Air Susu Ibu (ASI) eksklusif di wilayah Papua Selatan masih belum mencapai target yang diharapkan. Meski demikian, berbagai upaya terus dilakukan untuk meningkatkan keberhasilan menyusui melalui pelatihan dan pendampingan kepada tenaga kesehatan.
Aliyah Zainuddin,SKM PJ.Gizi Dinas Kesehatan PPKB provinsi papua selatan mengatakaan pemerintah provinsi telah melaksanakan pelatihan konseling menyusui sejak tahun 2023. Program tersebut bertujuan mencetak konselor ASI yang bertugas memberikan edukasi dan pendampingan kepada ibu menyusui di fasilitas pelayanan kesehatan di Kabupaten Merauke, Asmat, Mappi, dan Boven Digoel.
| Baca juga: Jejak Pengabdian Bidan di Pedalaman |
Aliyah menuturkan jumlah balita di Papua Selatan mencapai sekitar 54 ribu anak sehingga membutuhkan pelayanan kesehatan, termasuk edukasi mengenai pentingnya pemberian ASI eksklusif. Besarnya jumlah sasaran tersebut menjadi tantangan tersendiri dalam meningkatkan cakupan pemberian ASI.
Ia menjelaskan bahwa ASI eksklusif merupakan salah satu dari sebelas indikator intervensi percepatan penurunan stunting. Pemberian ASI dinilai sebagai intervensi yang paling mudah dilakukan karena diproduksi secara alami oleh tubuh ibu dan tidak memerlukan biaya tambahan.
| Baca juga: Pengabdian Bidan di Pedalaman Papua |
"ASI eksklusif menjadi salah satu indikator penting dalam upaya pencegahan stunting. Sebenarnya ini merupakan intervensi yang paling mudah dilakukan karena ASI diproduksi langsung oleh tubuh ibu," ujar Aliyah dalam program papua selatan sehat di rri merauke.
Lebih lanjut dijelaskan, produksi ASI sangat dipengaruhi oleh frekuensi bayi menyusu. Semakin sering bayi mengisap payudara ibu, semakin besar rangsangan bagi tubuh untuk memproduksi ASI sesuai kebutuhan bayi.
Dinas Kesehatan Provinsi Papua Selatan berharap pelatihan konselor ASI yang telah dilaksanakan dapat meningkatkan pengetahuan dan keterampilan tenaga kesehatan dalam mendampingi ibu menyusui. Dengan demikian, cakupan ASI eksklusif di Papua Selatan diharapkan terus meningkat sebagai bagian dari upaya menciptakan generasi yang sehat serta menurunkan angka stunting di daerah.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....