Dokter Spesialis: Penyintas Hepatitis B Harus Diperlakukan Normal

  • 03 Okt 2025 12:33 WIB
  •  Merauke

KBRN, Merauke : dr. Marcelino Ricardo Sp.P.D. mengimbau masyarakat untuk memahami cara penularan Hepatitis B yang benar dalam dialog RRI Merauke pada Jumat (3/11/2023). Pemahaman ini penting untuk mencegah stigma sosial yang tidak perlu terhadap penderitanya.

"Virus Hepatitis B penularannya melalui cairan tubuh, dan harus ada kulit yang tidak utuh dari kedua belah pihak," ujar dr. Marcelino. Ia mencontohkan bahwa aktivitas seperti berjabat tangan, memeluk, atau mencium pipi tidak akan menularkan penyakit selama tidak terjadi pertukaran cairan tubuh.

"Orang yang menderita Hepatitis B tidak perlu dijauhi atau tidak diberi pekerjaan, harusnya tetap dianggap sebagai orang normal," ucapnya. Pencegahan yang utama adalah dengan menghindari kontak dengan cairan tubuh penderita, bukan dengan mengucilkannya.

Penyakit ini sering tidak disadari karena pada fase tidak aktif, penderita hanya merasakan kelelahan wajar tanpa gejala khas lainnya. Virus Hepatitis B termasuk virus DNA yang sulit dibunuh dengan angka kesembuhan hanya 1-7 persen, sehingga sebagian besar penderita akan membawanya seumur hidup.

Komplikasi yang mengintai adalah sirosis hati dan kanker hati yang dapat muncul kapan saja. Penularan utamanya terjadi melalui transfusi darah, hubungan seksual tanpa pengaman, serta penggunaan alat kesehatan atau tato yang tidak steril.

Pada fase akut, gejala yang muncul dapat berupa mual, demam ringan, dan mata menguning. Gejala lain yang menyertai adalah air kencing berwarna kuning tua atau oranye. (Cut Acmer Dhara Vona, Universitas Musamus)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....