Kasus DBD Papua Selatan Masih Fluktuatif
- 22 Jul 2025 06:51 WIB
- Merauke
KBRN,Merauke : Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat dan Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan Provinsi Papua Selatan, Agustinus Muyak, SKM, mengungkapkan bahwa kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) di Provinsi Papua Selatan masih mengalami fluktuasi dalam tiga tahun terakhir.
Agustinus mengungkapkan Pada tahun 2023, tercatat sebanyak 140 kasus DBD dengan dua kematian. Kemudian pada 2024 turun menjadi 40 kasus, namun kembali naik menjadi 45 kasus di tahun 2025,” ujar Agustinus saat menjadi narasumber dalam dialog di RRI Merauke.
| Baca juga: Jejak Pengabdian Bidan di Pedalaman |
Menurut Agustinus, fluktuasi ini dipengaruhi oleh kondisi cuaca, khususnya saat curah hujan tinggi yang memperbesar potensi perkembangbiakan nyamuk Aedes aegypti sebagai vektor DBD.
“Ia menegaskan nyamuk sangat cepat berkembang saat musim hujan. Hal Ini yang memicu peningkatan kasus di waktu-waktu tertentu, penerapan polah hidup bersih perlu di tingkatkan oleh masyarakat ” jelasnya saat diaog di rri merauke.
| Baca juga: Pengabdian Bidan di Pedalaman Papua |
Untuk menekan angka kasus DBD, Agustinus menekankan pentingnya keterlibatan aktif seluruh elemen masyarakat dan pemangku kepentingan.
“Kami mengajak masyarakat bersama stakeholder untuk rutin melakukan kerja bakti setiap jumat sebagai bagian dari gerakan pencegahan. Upaya kolektif ini penting untuk mewujudkan Papua Selatan yang sehat,” tegasnya.
Dinas Kesehatan pun mengimbau warga agar menjaga kebersihan lingkungan, menguras tempat penampungan air secara rutin, dan menerapkan 3M Plus sebagai langkah konkret mencegah penyebaran DBD di provinsi papua selatan .
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....