Dua Puluh Persen Kampung Papua Selatan Bebas BABS

  • 10 Sep 2026 08:27 WIB
  •  Merauke

RRI.CO.ID, Merauke : Dinas Kesehatan Provinsi Papua Selatan terus mendorong penerapan Sanitasi Total Berbasis Masyarakat atau STBM di tingkat kampung. Kepala Seksi Promosi Kesehatan, Pemberdayaan Masyarakat dan Kesehatan Lingkungan, Waluyo, S.Kep., Ners., mengatakan salah satu fokusnya adalah menghentikan kebiasaan buang air besar sembarangan.

Waluyo menyebut, dari sekitar 600 kampung di Papua Selatan, baru sekitar 20 persen yang telah bebas dari kebiasaan buang air besar sembarangan. Kondisi tersebut menunjukkan masih banyak kampung yang menjadi sasaran penguatan sanitasi dan perilaku hidup bersih dan sehat.

“Untuk Papua Selatan kami telah mencapai kampung yang memang sudah bebas buang air besar sembarangan itu 20 persen dari sekitar 600-an kampung, baru sekitar 20 persen yang stop buang air besar secara sembarangan,” ujar Waluyo.

Selain menghentikan buang air besar sembarangan, penerapan STBM juga mencakup kebiasaan mencuci tangan menggunakan sabun dan tidak membuang sampah sembarangan. Waluyo mengatakan kebiasaan mencuci tangan dengan sabun perlu kembali digalakkan di tengah kondisi keterbatasan air dan banyaknya debu.

Menurut Waluyo, persoalan sanitasi dan lingkungan masih berkaitan dengan munculnya sejumlah penyakit, seperti diare, polio, dan campak. Kondisi musim kering juga menjadi perhatian karena kekeringan dapat menyebabkan kesulitan mendapatkan air serta meningkatkan risiko kebakaran yang berdampak terhadap lingkungan.

Dinas Kesehatan Papua Selatan juga terus menyampaikan pesan kesehatan melalui Puskesmas, Puskesmas Pembantu dan Posyandu hingga tingkat kampung. Para kader kesehatan dibekali 25 keterampilan dasar dan didorong untuk menyampaikan edukasi kesehatan serta melakukan kunjungan rumah kepada masyarakat.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....