Tiga Nelayan Hilang Kontak saat Cek Jaring di Muara Kali Mooi
- 21 Sep 2026 17:33 WIB
- Merauke
RRI. CO. ID, Merauke -Kantor Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) Merauke mengerahkan Tim SAR Gabungan untuk melakukan operasi pencarian terhadap tiga nelayan yang dilaporkan hilang kontak saat mengecek jaring ikan di sekitar Muara Kali Mooi, Distrik Waan, Kabupaten Merauke, Papua Selatan.
KetigaKetiga nelayan tersebut dilaporkan tidak kembali setelah berangkat menggunakan speedboat untuk mengecek jaring ikan pada Sabtu, 19 September 2026 sekitar pukul 05.30 WIT.
Upaya pencarian secara mandiri sebelumnya telah dilakukan masyarakat setempat selama dua hari, mulai dari Pulau Mooi, Kampung Konorau hingga wilayah Distrik Waan. Namun, ketiga nelayan belum berhasil ditemukan.
Laporan mengenai kejadian tersebut diterima Kantor Pencarian dan Pertolongan Merauke dari Polsek Kimam pada Senin, 21 September 2026 pukul 13.58 WIT.
Menindaklanjuti laporan tersebut, Tim SAR Gabungan diberangkatkan dari Pos SAR Okaba dan Kantor SAR Merauke pada pukul 14.18 WIT menuju lokasi terakhir diketahui atau Last Known Position (LKP). Jarak lokasi kejadian diperkirakan sekitar 240 kilometer dengan arah 273,31 derajat atau menuju Barat dari Kantor SAR Merauke. Perjalanan menuju lokasi diperkirakan membutuhkan waktu sekitar 20 jam melalui jalur laut.
Tim SAR diperkirakan tiba di lokasi kejadian pada Selasa, 22 September 2026 sekitar pukul 10.18 WIT untuk melaksanakan pencarian.
Tiga nelayan yang masih dalam pencarian tersebut masing-masing Frederikus Yolmen (23 tahun), warga Dusun Mooi; Andreas Koboon (24 tahun), warga Dusun Konorau; dan Abelbertus Game Yolmen (14 tahun), warga Kampung Konorau.
Dalam operasi pencarian, Basarnas menyiagakan sejumlah alat utama dan peralatan pendukung, di antaranya satu unit Rigid Buoyancy Boat (RBB), satu unit Sea Reader, satu unit Rescuer Car D-Max, dan satu unit Rescuer Car L-200.
Selain itu, tim membawa peralatan komunikasi dan navigasi, berupa satu unit Manpack Starlink, satu unit telepon satelit, dua unit Handy Talkie (HT), dua unit GPS serta sejumlah peralatan pendukung keselamatan di perairan.
Operasi SAR melibatkan unsur gabungan dari Rescuer Kantor Pencarian dan Pertolongan Merauke, Rescuer Pos Pencarian dan Pertolongan Okaba, Satpolairud Polres Merauke, Polsek Okaba, Polsek Kimam serta masyarakat setempat.
Kondisi cuaca di lokasi operasi dilaporkan cerah berawan, dengan angin bertiup dari arah Tenggara menuju Selatan dengan kecepatan sekitar 16 hingga 27 kilometer per jam.
Tim SAR Gabungan terus melakukan koordinasi dengan unsur TNI/Polri, pemerintah setempat dan keluarga korban guna memantau perkembangan operasi pencarian.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....