Pengabdian Bidan, Doa dan Tantangan

  • 05 Mei 2026 12:33 WIB
  •  Merauke

RRI.CO.ID, Merauke : Ketua Ikatan Bidan Indonesia (IBI) Papua Selatan, Iriani Winoto Gebze, mengungkapkan berbagai tantangan yang dihadapi saat menjalankan tugas sebagai bidan di wilayah pedalaman dengan keterbatasan fasilitas dan tenaga medis.

Dalam kondisi sulit, ia tetap harus menangani persalinan meski mengalami kendala fisik. Ketiadaan dokter maupun tenaga medis lain di lokasi membuat bidan menjadi ujung tombak pelayanan kesehatan bagi masyarakat setempat.

Ia menuturkan bahwa selama pendidikan, para bidan selalu ditekankan untuk mengedepankan doa sebelum melakukan pelayanan. Hal tersebut menjadi pegangan utama saat menghadapi situasi darurat di lapangan tanpa dukungan fasilitas memadai.

“Kami selalu diajarkan untuk berdoa sebelum melayani. Di kampung-kampung tidak ada dokter atau tempat bertanya, sehingga hanya Tuhan yang menjadi penolong utama dalam setiap tindakan.”Ujar iriani saat narasumber di pro satu RRI merauke.

Pengalaman tersebut, menurutnya, mengajarkan pentingnya keteguhan dan semangat pantang menyerah dalam melayani masyarakat. Keberhasilan menyelamatkan ibu dan bayi menjadi motivasi terbesar dalam menjalankan profesi tersebut.

Iriani me ngungkapkan selain itu, ia menjelaskan bahwa tugas utama bidan meliputi pelayanan kesehatan ibu hamil, persalinan, masa nifas, perawatan bayi baru lahir, hingga pelayanan keluarga berencana dan kesehatan reproduksi.

Ia juga menekankan bahwa bidan memiliki peran sebagai pengelola layanan kesehatan, pendidik masyarakat, serta pendamping sepanjang siklus kehidupan, mulai dari remaja hingga usia produktif.

Saat ini, jumlah bidan di Papua Selatan dinilai cukup, namun masih diperlukan pemerataan terutama di wilayah pedalaman. Upaya regenerasi juga menjadi perhatian agar pelayanan kebidanan tetap berjalan optimal di masa depan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....