Tim Kesehatan Ekspedisi Patriot UGM Ikut Pelayanan Kesehatan Posyandu

  • 30 Sep 2026 10:37 WIB
  •  Merauke

RRI.CO.ID, Merauke : Tanggal 20 - 22 September 2026, menjadi pengalaman berharga bagi Tim Kesehatan Ekspedisi Patriot dapat langsung turun ke kampung air masyarakat lokal papua, tepatnya di Kampung Selil dan Kindiki bersama Petugas Kesehatan Puskesmas Ulilin, Kabupaten Merauke.

Puskesmas Ulilin memiliki wilayah kerja sebanyak 9 kampung darat yang dapat diakses dengan ambulance, dan 2 kampung air dengan speedboat, yaitu Selil dan Kindiki.

Keterbatasan akses dan jarak bukan menjadi hambatan masyarakat Selil dan Kindiki tidak mendapatkan pelayanan kesehatan yang layak. Menempuh perjalanan darat dari Puskesmas Ulilin menuju Sungai Bia selama 1 jam, dilanjutkan perjalanan air dengan speedboat selama 2 jam 30 menit untuk sampai Kampung Selil.

Keesokan harinya, melanjutkan perjalanan air selama 3 jam dari Kampung Selil ke Kindiki untuk pelayanan Posyandu. Kondisi di kedua kampung air tersebut sangat perlu perhatian pemerintah, tidak ada jaringan, listrik, dan air bersih yang memadai untuk kehidupan sehari-hari.

Sumber air diperoleh melalui beberapa sumur galian yang sudah hampir kering, sisanya masyarakat hanya bergantung pada air sungai. Hal ini mengakibatkan penyakit kulit menjadi diagnosa terbanyak selama pelayanan kesehatan.

Di bawah panasnya terik matahari selama perjalanan air, tampak jelas aktivitas masyarakat lokal papua mayoritas di area rawa untuk mencari ikan dan berteduh di bawah befak yang mereka buat. Hal ini menjadi tantangan terhadap tingkat kehadiran masyarakat di pelayanan kesehatan yang sudah terjadwal di tiap kampung.

Selain itu, menilik bagaimana proses pelayanan Posyandu di kedua kampung air tersebut perlu adanya pendampingan khusus, terutama bagi kader Posyandu. Apabila menyesuaikan arahan Permenkes 2023 untuk menuju sistem Integrasi Layanan Primer (ILP), kedua kampung ini dirasa perlu cukup waktu untuk menuju ke arah tersebut.

Pelayanan Posyandu yang idealnya kolaborasi antara kader dan petugas kesehatan dari Puskesmas, masih didominasi dari petugas kesehatan karena tidak semua kader hadir dan aktif dalam menjalankan tugas dan fungsinya.

Salah satu hal yang menjadi tantangan adalah mengenai proses rujuk pasien gawat darurat menuju fasilitas kesehatan tingkat pertama.

“Pengadaan speedboat ini baru ada tahun ini, 2026. Tahun kemarin (2025), saya pernah mati-matian mendayung perahu dari Kindiki menuju Puskesmas Ulilin untuk merujuk pasien ibu hamil, perjalanan dengan speedboat saja dari Kindiki ke Puskesmas Ulilin bisa mencapai 5 jam, apalagi saya mendayung perahu dengan segala keterbatasan akses dan fasilitas. Pasien tersebut meninggal selama perjalanan menuju Puskesmas. Rasanya sangat berat, sekarang sudah mendingan terbantu dengan adanya speedboat. Sayangnya, saat ini sedang kemarau panjang, speedboat pun harus memutar jalur sungai yang tidak dangkal”, ujar Anes, Perawat Pustu Selil yang tahun lalu bertugas di Pustu Kindiki.

Tim Kesehatan Patriot UGM menjumpai kasus yang ditemukan saat pelayanan Posyandu di Selil dan urgent untuk segera dirujuk ke Puskesmas Ulilin untuk pemantauan ketat, apabila tidak membaik langsung dirujuk ke RSUD Merauke. Tentunya, perlu stabilisasi kondisi vital pasien karena total perjalanan dari Kampung Selil ke Puskesmas Ulilin saja sudah 3 jam 30 menit, dilanjutkan ke RSUD Merauke selama 4 jam.

Kedua kampung ini sudah memfasilitasi pengadaan strip untuk pemeriksaan kolesterol, asam urat, dan gula darah dari dana kampung sebagai dukungan terhadap kesehatan masyarakat. Namun, di kedua Puskesmas Pembantu (Pustu) tersebut belum terdapat tabung oksigen, alat nebulizer, dan sungkup masker.

Hal ini menjadi keterbatasan dalam pengadaan alat karena apabila terdapat pasien dengan gangguan airway and breathing (jalan napas dan pernapasan) perlu penanganan sesegera mungkin. Jika masyarakat harus ke Puskesmas dengan akses yang sulit, tentunya risiko terhadap komplikasi menjadi lebih besar.

“Kalo obat-obatan macam kolesterol, kampung sudah pengadaan khusus Pustu disini, itu sudah. Mungkin masih banyak kekurangan lain, dong punya generator tidak ada di Pustu, mau ada obat lain dong mau kasih tinggal, dong bisa datang Posyandu, karena tidak ada penerangan. Penerangan mereka (Pustu Kindiki) tidak ada, memang diesel kampung ada, tapi pasti ada solar dulu baru putar, tapi maksudnya khusus untuk Pustu, dong orang harus ada punya”, ujar mantan kader Kindiki yang hadir saat Posyandu. Ini menjadi salah satu kondisi nyata keterbatasan pelayanan kesehatan yang terjadi.

Tim Kesehatan Ekspedisi Patriot UGM mengucapkan terima kasih kepada Puskesmas Ulilin yang sudah memfasilitasi tim dalam ikut serta pelayanan kesehatan Posyandu di Kampung Kindiki dan Selil. Sungguh perjuangan yang luar biasa bagi tenaga kesehatan yang terjun langsung ke lapangan untuk meningkatkan derajat kesehatan masyarakat di Ujung Timur Indonesia dengan segala keterbatasan yang terjadi. Salam sehat. (Tim Kesehatan Ekspedisi Patriot UGM)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....