Barantin Perketat Pengawasan Babi Usai ASF Ditemukan di Boven Digoel
- 26 Agt 2026 09:30 WIB
- Merauke
RRI.CO.ID, Merauke : Badan Karantina Indonesia melalui Balai Karantina Papua Selatan meningkatkan kewaspadaan terhadap penyakit African Swine Fever menyusul ditemukannya kasus positif pada babi di Distrik Arimob, Kabupaten Boven Digoel. Langkah ini diambil untuk mencegah penyebaran virus mematikan tersebut ke wilayah Merauke.
Penguatan kewaspadaan dilakukan melalui sosialisasi yang digelar bersama Dinas Ketahanan Pangan, Peternakan dan Kesehatan Hewan Kabupaten Merauke di Kantor Bupati Merauke, Sabtu (22/8). Kegiatan itu melibatkan lintas instansi, Balai Veteriner Jayapura, Majelis Rakyat Papua, serta para peternak babi.
Populasi babi di Papua Selatan tercatat mencapai 16.214 ekor, dengan sekitar 5.000 ekor berada di Kabupaten Merauke. Jumlah ini menjadi perhatian serius mengingat dampak ASF terhadap kematian ternak dapat sangat masif dan merugikan peternak lokal.
"Pengawasan perlu diperkuat, terutama terhadap lalu lintas babi dan produk turunannya. Biosekuriti di tingkat peternakan juga harus menjadi perhatian bersama," ujar Kepala Karantina Papua Selatan, Irsan Nuhantoro.
Berdasarkan laporan yang disampaikan dalam kegiatan tersebut, sekitar 1.100 ekor babi dilaporkan mati di tujuh distrik di Boven Digoel pada April 2026. Pada Juli 2026, kematian babi di Distrik Arimob dinyatakan positif ASF berdasarkan hasil pengujian Balai Veteriner Jayapura.
Dari sisi perkarantinaan, pengawasan lalu lintas babi dan produk turunannya diperketat di sejumlah jalur strategis. Titik pengawasan difokuskan pada jalur darat Boven Digoel–Merauke, Bandara Mopah, dan pelabuhan laut untuk memutus rantai penyebaran virus.
Irsan juga mengingatkan bahwa potensi penyebaran ASF tidak hanya berasal dari lalu lintas ternak dan kendaraan. Faktor alam, termasuk pergerakan babi hutan dan aliran sungai, juga perlu diwaspadai sebagai jalur penularan alami.
Peternak diimbau memperkuat penerapan biosekuriti dengan menjaga kebersihan kandang, penggunaan disinfektan, memakai pakaian dan alas kaki khusus, membatasi akses pengunjung, memastikan ternak dari sumber terpercaya, serta tidak memberikan pakan sisa sebelum dimasak hingga mendidih.
Bupati Merauke Yoseph Bladib Gebze mengingatkan seluruh pihak untuk bersama-sama mengantisipasi potensi masuknya ASF ke wilayah Merauke. Pengawasan lalu lintas ternak dan penerapan manajemen pemeliharaan yang baik dinilai menjadi kunci utama.
"Kita perlu memperkuat kerja sama lintas instansi agar potensi masuknya ASF dapat dicegah dan keberlangsungan peternakan babi di Merauke tetap terjaga," kata Yoseph.
Sebagai langkah lanjutan, pemerintah bersama instansi terkait akan memperkuat koordinasi melalui pembentukan Tim Satgas Pengendalian Wabah Penyakit Menular Hewan. Selain itu, disusun SOP tanggap darurat ASF, penyaluran bantuan teknis, serta vaksinasi 1.000 dosis di wilayah penyangga Jair dan Mandobo.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....