Kuliah Umum STISIPOL Angkat AI dan Kampung Online

  • 07 Sep 2026 17:01 WIB
  •  Merauke

RRI.CO.ID, Merauke : Civitas akademika STISIPOL Yaleka Maro Merauke mengikuti kuliah umum tahun akademik 2026/2027 yang digelar di kampus setempat pada Senin (7/9/2026). Kegiatan ini melibatkan seluruh dosen, tenaga kependidikan, dan mahasiswa dari berbagai angkatan.

Mengusung tema "AI dan Kampung Online, Membumikan Layanan Publik hingga ke Jantung Papua Selatan", kuliah umum tersebut menghadirkan Dr. Arius Kambu selaku Ketua STISIPOL Yaleka Maro Merauke sebagai pemateri utama. Tema besar ini dipilih untuk merespons pesatnya perkembangan teknologi di tengah masyarakat Papua Selatan.

Dalam pemaparannya, Dr. Arius Kambu menekankan pentingnya kualitas mahasiswa yang mengikuti perkembangan zaman, khususnya di bidang kecerdasan buatan (AI).

"Kami tidak bermaksud memanjakan mahasiswa dengan kecanggihan AI. Justru, kehadiran AI harus mendorong cakrawala berpikir dan memudahkan akses data kredibel sebagai bahan referensi untuk mempertajam nalar akademik," ujarnya.

Ia juga mengingatkan bahwa peran dosen sangat krusial dalam proses perkuliahan di era digital.

"Dosen harus mengarahkan mahasiswa sesuai instruksi, bukan sekadar menyalin materi dari AI. Tugas kita adalah membuka cakrawala berpikir mahasiswa dan menjadikan data AI sebagai referensi untuk mengasah sikap kritis terhadap suatu persoalan," tegasnya.

Di sisi lain, ketua STISIPOL itu menyoroti potensi era digital sebagai momentum untuk mencintai tanah kelahiran.

"Kita hidup di era digital. Manfaatkan kemajuan ini untuk menggerakkan kecintaan terhadap tanah kelahiran. Jika cinta tanah air, otomatis kita akan menjaga lingkungannya," tuturnya.

Menurutnya, mahasiswa yang berasal dari berbagai kampung di Papua Selatan dapat menginisiasi pembangunan rumah digital di kampung halaman masing-masing. Keilmuan digital yang diperoleh di kampus diharapkan mampu membantu pemerintah kampung mendesain promosi potensi lokal secara daring.

"Di situlah peran mahasiswa untuk mengubah peradaban menuju kemajuan tanpa meninggalkan nilai adat istiadat, justru adat dan tradisi itulah yang menjadi konten utama dalam rumah digital di kampung-kampung," jelasnya.

Dr. Arius Kambu berharap kehadiran mahasiswa STISIPOL mampu membuka pintu kemajuan di kampung asal masing-masing. Namun, ia berpesan agar kemampuan digital yang mumpuni tidak membuat mereka sombong.

"Jangan merasa hebat, justru kalian harus akrab dengan masyarakat dan menjadi agen perubahan sejati di kampung kalian masing-masing," pungkasnya.

google-preference
Kata Kunci / Tags

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....