Distribusi Minyak Tanah ke Jayawijaya Kembali Normal

  • 05 Agt 2026 17:39 WIB
  •  Merauke

RRI.CO.ID, Merauke : PT Pertamina Patra Niaga Regional Papua Maluku memastikan distribusi minyak tanah bersubsidi untuk Kabupaten Jayawijaya, Provinsi Papua Pegunungan, saat ini telah kembali berjalan normal. Seluruh alokasi yang sebelumnya tertahan akibat kendala operasional pengangkutan udara kini telah tiba di Wamena dan mulai disalurkan ke pangkalan guna memenuhi kebutuhan masyarakat.

"Distribusi alokasi minyak tanah sebelumnya baru tersalur 130 ribu liter, sebesar 70 ribu liter yang mengalami keterlambatan pengangkutan telah berhasil dikirim ke Wamena pada Selasa (4/8), dan penyaluran ke pangkalan diprioritaskan mulai Rabu (5/8), khususnya di Distrik Wesaput. Pertamina Patra Niaga terus memastikan proses distribusi berjalan optimal agar kebutuhan masyarakat dapat segera terpenuhi," ujar Area Manager Communication, Relations & CSR PT Pertamina Patra Niaga Regional Papua Maluku, Ispiani Abbas.

Ispiani menjelaskan, keterlambatan distribusi yang terjadi pada awal hingga pertengahan Juli 2026 itu dipicu oleh kendala operasional pada transportasi udara. Kondisi tersebut mengakibatkan pengurangan kapasitas kargo minyak tanah yang dapat diangkut menuju Wamena dari Jayapura.

"Distribusi minyak tanah ke wilayah Jayawijaya mengandalkan angkutan udara dari Jayapura. Kondisi kendala operasional tersebut menyebabkan sekitar 70 ribu liter minyak tanah dari alokasi sekitar 200 ribu liter belum dapat terangkut sesuai jadwal. Saat ini seluruh alokasi tersebut telah tiba di Wamena dan segera didistribusikan ke pangkalan agar dapat melayani kebutuhan masyarakat," jelas Ispiani.

Untuk diketahui, kebutuhan minyak tanah bersubsidi di Kabupaten Jayawijaya saat ini disalurkan melalui dua agen resmi dengan total alokasi rata-rata sekitar 200 ribu liter per bulan. Dalam upaya menjaga kelancaran, Pertamina juga terus berkoordinasi dengan Dinas Perindustrian, Perdagangan, dan Koperasi setempat untuk memantau stok serta mengawasi penerapan Harga Eceran Tertinggi (HET) di tingkat pangkalan.

Sebagai langkah antisipasi ke depan, Pertamina Patra Niaga memperkuat koordinasi dengan pihak transportir udara. Langkah ini diambil guna meningkatkan keandalan distribusi energi ke wilayah Papua Pegunungan yang memang memiliki tantangan logistik yang khas dan kompleks.

"Kami terus memperkuat sinergi dengan seluruh pemangku kepentingan agar distribusi energi ke wilayah Papua Pegunungan dapat berlangsung semakin andal dan tepat waktu. Dukungan serta kolaborasi seluruh pihak menjadi bagian penting dalam menjaga kelancaran pasokan energi bagi masyarakat," tutup Ispiani.

google-preference
Kata Kunci / Tags

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....