El Nino Sangat Kuat, Papua Selatan Waspada Kekeringan

  • 17 Sep 2026 09:42 WIB
  •  Merauke

RRI.CO.ID, Merauke : Fenomena El Nino menjadi salah satu faktor yang memengaruhi kondisi cuaca dan curah hujan di Indonesia, khususnya wilayah Indonesia bagian timur. Kondisi ini perlu mendapat perhatian karena dapat meningkatkan potensi kekeringan ketika berlangsung bersamaan dengan musim kemarau.

Hal tersebut disampaikan Asih Arum Bestari, S.Tr., selaku Kasubag Tata Usaha Stasiun Klimatologi Papua Selatan, dalam acara Talk Show RRI Merauke. Ia menjelaskan, El Nino merupakan kondisi massa udara hangat yang berada di wilayah Nino 3.4 di Samudra Pasifik bagian tengah.

Menurut Asih, massa udara hangat tersebut memengaruhi berkurangnya uap air di wilayah Indonesia, terutama Indonesia bagian timur. Kondisi itu kemudian berdampak terhadap pola dan intensitas curah hujan di sejumlah wilayah.

Ia menambahkan, El Nino memiliki beberapa kategori, mulai dari netral, lemah, moderat, kuat, hingga sangat kuat. Dampak yang ditimbulkan perlu dilihat berdasarkan fase El Nino serta musim yang sedang berlangsung di suatu wilayah.

Asih juga menjelaskan, apabila El Nino terjadi bersamaan dengan musim hujan, fenomena tersebut dapat mengurangi intensitas curah hujan, meskipun suatu wilayah sedang berada dalam periode musim hujan. Sementara itu, dampaknya menjadi lebih serius apabila terjadi pada musim kemarau.

Lebih lanjut ia menjelaskan, El Nino yang berlangsung pada musim kemarau dapat menjadi peringatan terhadap meningkatnya potensi kekeringan. Penurunan curah hujan yang terjadi beriringan dengan musim kering dapat memperburuk kondisi ketersediaan air di wilayah terdampak.

Untuk wilayah Papua Selatan, Asih menyebut kondisi yang perlu menjadi perhatian adalah fenomena El Nino kategori sangat kuat yang berlangsung bersamaan dengan Monsun Australia. Angin muson tersebut membawa massa udara kering dari wilayah Australia menuju Indonesia bagian timur.

Dengan kondisi tersebut, masyarakat Papua Selatan diharapkan meningkatkan kewaspadaan terhadap dampak musim kemarau, terutama terkait potensi kekeringan dan berkurangnya curah hujan. Informasi cuaca dan iklim dari BMKG dapat menjadi rujukan dalam menyesuaikan aktivitas masyarakat terhadap kondisi yang berkembang.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....