Kuota BBM Nelayan Dinilai Tidak Mencukupi
- 24 Jul 2026 08:00 WIB
- Merauke
RRI.CO.ID,Merauke : Taufik Latarissa, Ketua HNSI Papua Selatan, menilai kuota bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi untuk nelayan di kabupaten merauke masih jauh dari kebutuhan operasional kapal.Sehingga nelayan harus membeli dari BBM dari SPBU lain dengan harga yang lebih tinggi .
Taufik menjelaskan, jumlah kapal nelayan di kabupaten merauke diperkirakan mencapai sekitar 600 hingga 800 unit. Namun kuota BBM bersubsidi yang diterima hanya sebesar 225 kiloliter (KL), sehingga dinilai belum mampu memenuhi kebutuhan seluruh nelayan.
| Baca juga: Dampak Trawl Dikhawatirkan Lumpuhkan Nelayan |
Menurutnya, setiap kapal memiliki kebutuhan BBM yang berbeda. Kapal penangkap ikan jenis tertentu membutuhkan sedikitnya 5 ton BBM untuk sekali melaut, sedangkan kapal penangkap hiu membutuhkan sekitar 10 ton.
Sementara itu, jatah BBM yang diterima nelayan melalui SPBN di merauke disebut hanya sekitar 2.800 liter untuk setiap kapal. Kondisi tersebut membuat nelayan kesulitan memenuhi kebutuhan bahan bakar saat melaut.
"Dengan jumlah kapal sekitar 600 sampai 800 unit, kuota BBM yang kami terima hanya 225 KL. Jumlah itu sangat disayangkan karena belum mencukupi kebutuhan nelayan."ujar Taufik saat di konfirmasi melalui telepon seluler. Jumat 24 Juli 2026.
Taufik mengatakan satu kapal membutuhkan paling sedikit lima ton BBM, sedangkan kapal hiu membutuhkan sekitar sepuluh ton. keterbatasan kuota BBM subsidi memaksa sebagian nelayan tidak maksimal dan berdampak kepada ekonomi keluarga. Menurutnya, kondisi tersebut berdampak pada meningkatnya biaya operasional penangkapan ikan.
Ia juga menilai pembagian kuota yang disamaratakan untuk seluruh jenis kapal, mulai dari kapal pancing, jaring hanyut, hingga kapal penangkap hiu, belum mempertimbangkan perbedaan kebutuhan operasional masing-masing kapal. Untuk itu pemerintah di tuntuk untuk memberikan solusi yang tepat.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....