Nelayan Tolak Kapal Trawl Merauke

  • 12 Apr 2026 14:18 WIB
  •  Merauke

RRI.CO.ID,Merauke : Aktivitas dua kapal yang bersandar di pelabuhan perikanan nusantara Merauke menuai perhatian dari pelaku usaha perikanan setempat. Kapal tersebut diduga akan melakukan penangkapan dan penampungan ikan di wilayah perairan Merauke.

Taufik Latarissa Ketua DPD HNSI Papua Selatan mengatakan kondisi ini dinilai menimbulkan kekhawatiran di kalangan nelayan lokal. Selain berdampak pada persaingan usaha, keberadaan kapal dengan alat tangkap tertentu juga dianggap berpotensi merusak ekosistem laut yang menjadi sumber penghidupan masyarakat.

Mengacu pada regulasi pemerintah, penggunaan alat tangkap yang tidak ramah lingkungan seperti trawl telah dibatasi melalui kebijakan sejak Peraturan Pemerintah nomor 2 tahun 2015. Kebijakan tersebut bertujuan menjaga kelestarian habitat laut serta keberlanjutan sumber daya perikanan.

"Penggunaan alat tangkap seperti trawl tidak ramah lingkungan dan dapat merusak habitat laut, sementara kondisi nelayan Merauke saat ini tidak baik-baik saja." Ujar Ketua HNSI papua selatan melalui telepon seluler.minggu,12 april 2026.

Taufik menegaskan pelaku usaha perikanan di Merauke mengaku tengah menghadapi kondisi ekonomi yang sulit. Sejak awal tahun hingga April 2026, sebagian nelayan mengalami penurunan pendapatan yang signifikan akibat berkurangnya hasil tangkapan.

Pemerintah pusat diharapkan dapat mempertimbangkan kembali operasional kapal-kapal tersebut di wilayah Merauke. Langkah pencegahan dini dinilai penting agar tidak memperburuk kondisi nelayan serta menjaga keberlanjutan sektor perikanan daerah.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....