Taman Garista Merawat Warisan Budaya Karo dan Kebersamaan
- 29 Sep 2024 19:49 WIB
- Medan
KBRN, Medan : Pemilik Taman dan Sanggar Budaya Garista, Pernando Barus, menegaskan pentingnya melestarikan kebersamaan yang menjadi inti dari budaya Karo. Dalam rekaman obrolan budaya di RRINET Medan, Sabtu (28/09/2024), Pernando menceritakan perjalanan panjangnya menjelajahi berbagai daerah di Indonesia, serta perhatiannya terhadap pelestarian budaya.
“Dalam perjalanan tersebut, kami melihat budaya-budaya di suku lain sangat dirawat dengan baik. Bukan berarti budaya kita tidak terawat, namun alangkah baiknya jika yang sudah terawat ini dirawat lebih baik lagi,” ujar Pernando.
Pernando menjelaskan bahwa Taman Garista didirikan pada tahun 2018 sebagai upaya untuk merawat warisan budaya Karo. Taman tersebut diambil dari Tanah Karosana, Desa Pernantin, yang menurutnya kondisinya kurang terawat. Ia menyebutkan bahwa banyak rumah di sana, termasuk salah satunya, yang tidak terawat, sehingga mereka memutuskan untuk memindahkannya ke kota Medan agar bisa dirawat sekaligus diperkenalkan kepada generasi muda Karo.
Pernando juga menjelaskan filosofi Rumah Siwaluh Jabu, sebuah rumah adat Karo yang dihuni oleh delapan kepala keluarga. Ia menekankan bahwa konsep kebersamaan yang kuat dalam rumah tersebut sangat luar biasa dan harus dilestarikan. Menurutnya, tanpa kebersamaan yang kuat, sulit bagi delapan keluarga untuk hidup dalam satu bangunan.
Pernando mengungkapkan rencananya untuk mendirikan Museum Karo sebagai upaya lebih lanjut dalam melestarikan budaya Karo. Ia menyebut telah berdiskusi dengan beberapa pihak terkait untuk mewujudkan hal ini.
“Kami membangun tempat ini secara perlahan, termasuk galeri yang berisi barang-barang kuno. Ke depannya, kami berencana membuat Museum Karo dan sudah berdiskusi dengan Bang Anton dan Bang Pulumun mengenai rencana tersebut,” katanya.
Selain itu, Taman Garista juga berencana mengadakan pentas budaya yang tidak hanya menampilkan budaya Karo, tetapi juga berkolaborasi dengan budaya-budaya dari suku lain.
“Harapannya, tempat ini akan menjadi wadah bersama untuk saling mengenal budaya-budaya dari berbagai suku lain, menjadikannya tempat yang meriah dan penuh kebersamaan,” ungkap Pernando.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....