Melihat Tata Kelola Masyarakat Berbasis Musyawarah di Beijing
- 26 Jun 2026 20:33 WIB
- Medan
RRI.CO.ID, Beijing - Mengunjungi Beijing bukan sekadar melihat warisan masa lalu dan perkembangan teknologi. Di pusat pemerintahan Tiongkok ini, ada sebuah ruang sederhana yang menjadi tempat warga berkumpul, berdiskusi, dan mencari solusi bersama.
Tempat itu adalah Aula Musyawarah Warga Qianmen, sebuah model tata kelola masyarakat berbasis partisipasi warga. Aula ini berlokasi di Komunitas Caochang, Subdistrik Qianmen, Distrik Dongcheng, Beijing, Tiongkok.
Wakil Sekretaris Komunitas Caochang, Tian Tian, mengatakan tempat ini dikenal luas sebagai model partisipasi warga dalam pengelolaan lingkungan permukiman tradisional hutong Beijing.
Sejak didirikan pada tahun 2012, aula ini telah berkembang menjadi platform penting bagi warga untuk menyampaikan aspirasi, berdiskusi mengenai urusan publik, serta bersama-sama mencari solusi atas berbagai persoalan komunitas.
"Konsep Aula Musyawarah Warga ini lahir dari kebutuhan masyarakat setempat untuk memiliki ruang komunikasi yang terbuka dan setara," ujarnya saat menerima delegasi media dari Sumatera, di Beijing, Tiongkok, Kamis 25 Juni 2026.
Tian Tian menuturkan, berbagai isu yang berkaitan dengan kehidupan sehari-hari dibahas secara bersama-sama melalui mekanisme musyawarah. Mulai dari renovasi lingkungan, peningkatan fasilitas umum, pengelolaan sampah, perbaikan jaringan gas, hingga kegiatan kebudayaan masyarakat.
Dengan prinsip “urusan warga dibahas oleh warga, dan keputusan warga ditentukan oleh warga”, aula ini mendorong partisipasi aktif masyarakat dalam pembangunan komunitas mereka sendiri. Presiden Xi Jinping, bahkan memberikan perhatian khusus terhadap praktik Aula Musyawarah Warga ini, saat berkunjung ke kawasan Qianmen, 2019 lalu.
"Beliau menekankan bahwa mekanisme tersebut membantu meningkatkan rasa memiliki masyarakat terhadap komunitasnya, memperkuat kesadaran sebagai bagian dari lingkungan tempat tinggal, serta meningkatkan ketepatan dan efektivitas pelayanan publik di tingkat masyarakat," kata Tian Tian.

Sejak saat itu, Aula Musyawarah Qianmen semakin dikenal dan menjadi salah satu contoh tata kelola komunitas yang dipromosikan di berbagai wilayah Beijing. Salah satu ciri khas Aula Musyawarah Warga Qianmen adalah penerapan metode kerja yang dikenal sebagai “Lima Tahap Keterlibatan Warga” atau Wumin Gongzuofa.
Mekanisme ini mencakup lima proses utama, yaitu pengajuan usulan oleh warga, pembahasan bersama warga, pengambilan keputusan bersama, pelaksanaan oleh warga, serta evaluasi hasil oleh warga. Melalui pendekatan ini, masyarakat tidak hanya menjadi penerima layanan publik, tetapi juga berperan sebagai peserta aktif dalam seluruh proses pengambilan keputusan.
Dalam praktiknya, Aula Musyawarah Warga telah membantu menyelesaikan berbagai persoalan yang muncul di lingkungan hutong bersejarah Beijing. Ketika komunitas menghadapi kebutuhan pembangunan tempat parkir sepeda, perbaikan halaman bersama, atau pengaturan fasilitas publik, misalnya, warga dapat berkumpul di aula untuk mendiskusikan rencana yang diajukan.
Berbagai pendapat didengarkan secara terbuka sebelum keputusan akhir ditetapkan melalui musyawarah. Cara kerja ini membantu mengurangi konflik, meningkatkan transparansi, serta memperkuat hubungan antarwarga.
Selain berfungsi sebagai ruang diskusi masyarakat, Aula Musyawarah Warga juga menjadi pusat kegiatan sosial dan budaya. Berbagai program pendidikan masyarakat, kegiatan sukarela, pelestarian budaya hutong, serta pelatihan bagi kader komunitas sering diselenggarakan di tempat ini.
Dengan demikian, aula tidak hanya menjadi sarana penyelesaian masalah, tetapi juga wadah mempererat solidaritas sosial dan membangun identitas komunitas yang kuat.
Menurut Pemerintah Distrik Dongcheng, pengalaman Aula Musyawarah Warga Qianmen menunjukkan bahwa partisipasi masyarakat dapat menjadi kekuatan penting dalam modernisasi tata kelola perkotaan. Selama lebih dari satu dekade perkembangannya, model ini telah membantu mendorong transformasi warga dari sekadar pengamat menjadi pelaku aktif dalam pembangunan lingkungan mereka.
Aula Musyawarah Warga Qianmen kini dipandang sebagai salah satu merek unggulan tata kelola komunitas di Beijing, dan contoh praktik demokrasi konsultatif di tingkat akar rumput. Sebagai simbol kolaborasi antara pemerintah komunitas dan masyarakat, Aula Musyawarah Warga Qianmen mencerminkan upaya Tiongkok dalam memperkuat tata kelola sosial berbasis partisipasi publik.
Melalui dialog, konsultasi, dan kerja sama, berbagai persoalan lokal dapat diselesaikan secara efektif. Sekaligus menjaga karakter budaya kawasan hutong yang memiliki nilai sejarah tinggi bagi Kota Beijing.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....