Pesona Ekowisata Karang Gading Langkat, Magnet Baru Wisman
- 23 Sep 2025 16:48 WIB
- Medan
KBRN,Medan: Suaka Margasatwa Karang Gading merupakan satu-satunya hutan mangrove di pesisir Sumatra Utara. Hutan ini menjadi salah satu wilayah konservasi yang dikelola oleh Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Sumatra Utara. Saat ini, selain sebagai wilayah konservasi, kawasan SM Karang Gading dan Langkat Timur Laut juga berkembang menjadi destinasi wisata dengan pesona yang menarik wisatawan mancanegara.
Kepala Bidang KSDA Wilayah I Kabanjahe, Amenson Girsang, menjelaskan BBKSDA Sumatra Utara melakukan program pemberdayaan bagi masyarakat di kawasan SM Karang Gading dan Langkat Timur Laut yang mencakup 17 desa.
“BBKSDA Sumatra Utara khusus untuk SM Karang Gading dan Langkat Timur Laut memiliki program pemberdayaan masyarakat, yaitu peningkatan ekonomi masyarakat,” ujar Amenson kepada wartawan di Desa Tanjung Ibus, Senin (23/9/2025).
Amenson menambahkan, untuk Desa Tanjung Ibus, pemberdayaan masyarakat dilakukan melalui Kelompok Tani Hutan (KTH) Mangrove Sejahtera, dengan menjadikan wilayah desa sebagai kawasan ekowisata.
“Di Desa Tanjung Ibus ini ada satu KTH Mangrove Sejahtera. Mereka memilih program wisata alam, jadi kami dukung,” ucapnya.
Sementara itu, Ketua KTH Mangrove Sejahtera, Aliandi, menjelaskan wisata di kawasan SM Karang Gading–Langkat Timur Laut, khususnya di Desa Tanjung Ibus, merupakan ekowisata mangrove dengan berbagai fasilitas dan kegiatan eksplorasi hutan. KTH Mangrove Sejahtera menawarkan ekowisata mangrove dengan fasilitas camping ground, bagi pengunjung yang ingin berkemah.
"Selain itu, tersedia kegiatan susur sungai, pengunjung dapat menaiki sampan untuk menyusuri aliran sungai di kawasan SM Karang Gading–Langkat Timur Laut. Rute susur sungai meliputi kunjungan ke Pulau Burung, Pantai Cemara, hingga hutan adat di Desa Jaring Halus,” ujar Aliandi.
Aliandi menyebut terdapat kegiatan herping, yakni mengamati, mencari, dan mendokumentasikan reptil di kawasan hutan mangrove SM Karang Gading dan Langkat Timur Laut.
“Selain itu juga ada kegiatan herping, yaitu pengunjung kami bawa masuk ke tengah hutan untuk mencari reptil, seperti ular, biawak, dan buaya. Pengunjung juga dapat melakukan birdwatching dan kegiatan fotografi berbagai macam burung endemik dari SM Karang Gading–Langkat Timur Laut,” ucapnya.
Aliandi berharap BBKSDA dapat terus membina dan memfasilitasi mereka, dan ekowisata ini dapat menarik wisatawan, baik dalam negeri maupun mancanegara. Sehingga memberi dampak ekonomi bagi masyarakat sekitar.
(Raihan Putri)
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....