Gelar Melayu Serumpun Sarana Promosi Medan Dikenal Dunia

  • 22 Mei 2025 09:44 WIB
  •  Medan

KBRN, Medan: Wali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas membuka Gelar Melayu Serumpun (Gemes) ke- 8 tahun 2025 di halaman Istana Maimun, Jalan Brigjen Katamso Medan, Rabu (21/5/25) malam. Ia menyebut kebudayaan, khususnya budaya Melayu harus dapat menjadi sarana promosi yang hebat untuk mengenalkan Kota Medan kepada dunia.

Di tengah guyuran hujan, event yang masuk dalam agenda Karisma Event Nusantara (KEN) Kementerian Pariwisata ini tetap menarik perhatian masyarakat. Pembukaan Gemes yang dilakukan Wali Kota Medan ditandai dengan pemukulan gendang melayu. Rico Waas memperlihatkan kemampuannya memukul gendang dengan memainkan irama zapin.

Rico mengatakan semua yang hadir memiliki semangat serta akar yang sama, yaitu kebudayaan Melayu. Kebudayaan ini menurutnya dapat menjadi identitas dan kekuatan suatu bangsa.

"Melayu Bukan hanya sebagai identitas etnis, tetapi juga jiwa dalam pantun, nafas di dalam gurindam, gerak dalam zapin, suara dalam syair, dan cahaya dalam adat. Saya mungkin tidak terlahir sebagai seorang Melayu, tapi saya percaya bahwa saya berjiwa Melayu tulen," katanya.

Dikatakan Rico Waas, bangunan Istana Maimun merupakan simbol kejayaan Kesultanan Deli dan warisan sejarah di Kota Medan yang harus dijaga serta dipromosikan. Sejatiny kebudayaan harus dapat menjadi sarana promosi yang hebat bagi kota ini.

"Insyaallah dengan acara Gemes kita bisa mempromosikan kebudayaan dari kota Medan agar dunia tahu dari mana Melayu itu berasal. Tidak hanya seni budaya, dari sisi kuliner dan pakaian juga dapat kita perkenalan sebagai identitas Melayu," ucapnya.

Rico Waas tidak ingin menjadikan Melayu hanya sebagai objek, tetapi harus menjadi subjek. Melayu harus tampil kuat, berdaya, dan menjadi bagian penting dalam promosi identitas Kota Medan.

"Kalau kita ingin diperhatikan oleh negara luar atau dunia, maka kebudayaan yang harus di dorong. Ini adalah soft diplomacy. Bagaimana kita bisa kuat dipandang negara luar karena kebudayaan kita yang hebat", ujarnya.

Sementara itu, sebelum malam pembukaan Gemes 2025, Sultan Deli XIV Mahmud Arya Lamanjiji Perkasa Alam mengatakan ada kejutan di pangung Gemes 2025. Khususnya dari penampilan penari.

“Konsepnya, surprise,” ujarnya.

Ia juga menegaskan komitmennya dalam melestarikan seni dan budaya Melayu, khususnya melalui tarian tradisional. Yayasan Istana Maimun memiliki sanggar tari Sri Indera Ratu yang telah berusia lebih dari 50 tahun. Sanggar ini secara konsisten melatih generasi muda yang berminat dalam seni tari Melayu, dan aktif berpartisipasi dalam berbagai acara budaya.

Selain itu, Sultan Deli juga berinisiatif untuk memperkuat simbol-simbol Melayu di Kota Medan. Ia telah melakukan komunikasi dengan Pemerintah Kota Medan untuk memasang simbol lebah bergantung di kantor dinas dan camat sebagai representasi budaya Melayu.

Rekomendasi Berita