Kahiyang Ayu Terkesima Pembuatan Ulos
- 05 Mei 2025 20:38 WIB
- Medan
KBRN, Medan: Ketua Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Sumatra Utara (Sumut) Kahiyang Ayu mengunjungi Galery Ulos Hutaraja di kawasan Kampung Ulos Hutaraja, Desa Lumban Suhi-suhi Toruan, Kecamatan Pangururan, Kabupaten Samosir, Minggu (4/5/2025). Kahiyang terkesima dengan para penenun yang kreatif dalam membuat ulos secara manual. Apalagi mendengar penjelasan penenun tentang berbagai jenis ulos di Sumut.
Pada kunjungan saat itu, Kahiyang melihat langsung penenun ulos dengan lihai memainkan dan memintal benang satu persatu, hingga menjadi kain ulos yang ikonik. Menurutnya, ulos adalah salah satu warisan budaya dari Sumut yang perlu dilestarikan.
Melihat pembuatan ulos yang tidak mudah, maka perlu ditanamkan bagi generasi muda untuk mencintai warisan budaya ini.
“Ibu sudah berapa lama menenun ulos? Berapa lama ini jadi seperti kain ulosnya?” Kahiyang bertanya pada seorang penenun.
Seorang penenun ulos Op Valen br Situmorang, menjawab ia sudah puluhan tahun menekuni kegiatan ini. Ilmu menenun ulos diwariskan dari orangtuanya. Begitupun saat ini, ilmu itu ia wariskan kepada anak dan cucunya.
Ia menjelaskan, untuk proses pembuatan ulos tergantung dari motif yang dipesan. Semakin banyak warna dan banyak motif maka membutuhkan waktu yang tidak sebentar. Namun kalau hanya motif yang simple, ia bisa menyelesaikannya dalam waktu cepat.
Mendengar hal itu, Kahiyang melihat dengan teliti setiap desain dan warna yang dibuat sang penenun. Ia mengagumi betapa indahnya hasil karya kain khas suku Batak itu. Setiap motif, warna kain, mempunyai makna yang sangat berarti.
“Ini apa yang membedakan pakainya ya bu untuk setiap motif-motif di ulos?” Kahiyang kembali bertanya.
Ketua Galery Ulos Hutaraja Mariani br Simarmata menerangkan sejumlah jenis ulos yang diproduksi para penenun Galeri Hutaraja. Seperti Ulos Bolean, ini masih merupakan ulos asal Batak Samosir. Kemudian ada ulos Suri-suri Ganjang, Ulos Sibolang, dan ulos lainnya.
“Itu adalah jenis ulos motif dahulu kala. Saat ini penenun ulos di sini sudah mengkreasikan pola atau motif zaman dulu dengan warna, dengan dukit atau bunga yang berwarna-warni. Sehingga bisa dipakai bukan hanya untuk pesta tradisional tapi pesta biasa. Pewarnaan ulos juga saat ini ada yang sintetik dan alami,” ucapnya.
Melihat kelihaian para penenun, Kahiyang juga mencoba menenun ulos dengan alat tradisional. Ia menggerakkan boban (sebutan suku Batak untuk alat tenun tradisional), menyatukan benang demi benang sesuai arahan penenun di sana.
Di galeri itu juga Kahiyang pun memborong delapan kain dan selendang ulos. Di antaranya Ulos Bolean. Ulos Bolean ini merupakan ulos yang digunakan bagi laki-laki atau bapak-bapak. Pemakai kain ulos ini biasanya adalah mereka yang berasal dari ekonomi menengah ke atas. Ulos Bolean biasa dipakai pada saat acara pesta.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....